DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Polda Bali gencar berantas bisnis lendir berkedok SPA. Terbaru, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak yang selanjutnya disingkat Unit PPA Polda Bali, menyegel Elegantz SPA terletak di Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar Barat, karena ketahuan menyediakan layanan esek-esek sesama jenis.
Untuk diketahui, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi yang diterima oleh Kanit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali AKP Ni Wayan Sri Utami, bahwa terdapat praktik esek-esek terselubung di SPA tersebut. Polwan ini memerintahkan personil melakukan penyelidikan.
Tim yang dipimpin langsung Panit 2 Unit 3 Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali AKP Arung Wiratama melakukan pengintaian secara silent, Senin 21 Oktober 2024 sekitar 19.10.
"Benar saja, ketika dilakukan penggerebekan dalam salah satu dari sekian kamar, terdapat seorang pria kemayu dan terapis sedang telanjang bulat," kisah sumber petugas, Sabtu (26/10).
Dijelaskan, di dalam kamar terdapat terapis pria dan tamu yang dilayani itu sedang telanjang bulat.
"Ya terdapat perilaku menyimpang di dalam room. Tamunya saat itu WNA pria asal Inggris," lagi tambah sumber sembari meminta namanya dirahasiakan.
Selain berdasarkan bukti petunjuk yakni jenis pelayanan, jelas ada paket dengan ending porno aksi dan porni grafi.
Saat itu juga, polisi giring kurang lebih 10 orang itu ke Polda Bali bersama berbagai bukti untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi pulangkan sang terapis dan tamunya itu, karena mereka selaku korban.
"Ya, kami menahan beberapa orang, diantaranya manajer hingga petugas kasir. Penyidik masih dalami siapa Pemilik alias Owner Elegantz SPA.
Terkait dengan ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., membenarkan. Katanya, hingga kini penyidik masih melakukan pengembangan.
"Ya benar. Anggota masih melakukan lidik," singkat Jubir Polda Bali.
Sementara itu kepada Jawa Pos Radar Bali, warga setempat mengaku terkejut dengan adanya penggerebekan hingga pemasangan police line.
Sebab, selama ini diketahui bahwa SPA yang tak jauh dari Lapas Kerobokan itu tidak menyedia praktik menyimpang.
"Ya setahu kami, digerebek oleh Polda. Karena dipasang police line, makanya warga menyebut masalah prostitusi," tutup Gus Wira, warga setempat.
Kini, Tempat Kejadian Perkara (TKP) bisnis linder itu dalam keadaan tertutup. Bahkan, garis polisi telah membentang sepanjang pagar gerbang, bagunan lantai dua bermotif bali itu. (dre)
Editor : Rosihan Anwar