DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Lagi-lagi, wisatawan mancanegara melakukan kejahatan saat berlibur. Seperti aksi brutal bule asal Jerman bernama Florian Gerhard Albert Stichler.
WNA tersebut diduga melakukam tindak pidana penganiayaan terhadap wanita lokal bernama Putu Eka Ferbrianti, 26 tahun.
Kejadian itu berlangsung di tempat kerjanya, yakni Red Ruby Night Club, Jalan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Kejadian tersebut terjadi Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 07.00.
Baca Juga: MENGINTEGRASIKAN TRISAKTI SOEKARNO DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN RUANG UDARA
Informasi yang dihimpun, Unit Reskrim Polres Badung telah menerima laporan pengaduan dari Ferbrianti, Selasa, 25 Maret 2025, sekitar pukul 22.30 WITA. Bahkan telah menindaklanjuti dengan mengirimkan surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan, Kamis, 27 Maret 2025.
"Ya, tentunya kami masih melakukan penyelidikan," ungkap sumber petugas, Senin (28/4/2025). Yang pasti, pihaknya sementara melakukan penyelidikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Memeriksa saksi, termasuk saksi korban, disertai bukti visum et repertum.
Selanjutnya akan dilakukan gelar perkara. Jika unsur pidananya jelas, dan demi kepastian hukum bagi korban, maka lelaki Jerman bakal berstatus tersangka. Lebih lanjut dijelaskan dalam laporan, Febrianti menyatakan kasus tersebut bermula ketika bule ini berkunjung ke tempatnya bekerja.
Lelaki berasal dari Jerman didampingi dua orang pengawal masih ke Red Ruby, Minggu, 23 Maret 2025, sekitar pukul 05.30 WITA.
Lalu dilayani oleh karyawan lain, kemudian dihandle ke Febrianti. Kemudian memberikan keeping card (botol Belvedere vodka).
Bule menanyakan di mana botol wiski?Sang karyawan (korban) mengaku tidak tahu, mungkin temannya yang tahu. Juga melontarkan pertanyaan, "Botol wiski yang mana?" Namun tamu tersebut tersinggung dan mengutarakan bentakan bernada ancaman.
"Jangan curangi saya jika tidak mau dipukul!," cetus sumber.
Baca Juga: Arema vs Persebaya Imbang di Kandang Bali United, Bagaimana Peta Klasemen Liga 1?
Pernyataan tersebut, lanjut sumber mengutip penjelasan korban, tamu ini sempat mengangkat tangan secara mengepal dan mengarahkan ke sang karyawan.
Saat itu juga ada karyawan lain menawarkan diri untuk menangani. Sempat memesan minuman champagne, lalu membatalkannya sendiri.
Karena dibatalkan, ia memesan Singleton 15 setelah botol wiski yang sempat dipesan sudah ada di atas meja. Walaupun demikian dia justru memarahinya dan menuduh pelapor curang.
Febrianti sempat menjelaskan bahwa minuman itu botol baru, bukan botol yang di-keeping sebelumnya.
Sayangnya ia kukuh bahwa itu minuman sebelumnya. Dia menyuruh Febrianti memanggil manajer klub. Hasil koordinasi, diberikan diskon 20% dari harga normal botol tersebut. Setelah semuanya clear, Febrianti kembali standby di sofa tersebut.
Lagi, lelaki mengancam dengan bahasa, jika dicurangi lagi maka karyawan tersebut akan dianiaya. Ia hanya tersenyum dan tidak menghiraukan karena tamu sudah mabuk. Usai menikmati hiburan, yang bersangkutan membayar Rp 4 juta.
Ketika hendak menuju ke kasir untuk memberikan settlement billing, wanita ini dipanggil dan ditanyakan mana botol whiskey? Lalu ditunjukkan ke arah meja.
"Ini botol whiskey, dan ini botol vodka,” lagi dikutip. Lelaki ini justru membanting botol whiskey, untung tidak pecah.
Sempat menanyakan, minuman sisa ini mau keeping atau dibawa pulang? Dijawab keeping dan diberikan kartu keeping.
Singkat cerita, setelah memberikan penjelasan sambil menyerahkan kartu, dia kembali mengancam.
Kali ketiga ini bahasanya tetap sama, jika dicurangi lagi maka akan dipukul sembari menunjukkan kepalan tangan terdapat dua cincin yang dipakai. Botol yang disuruh simpan justru diminta dikembalikan ke tangannya.
Setelah diambil, wanita ini justru dipaksa duduk di sampingnya. Saat itu dia menyatakan bahwa mengenal semua pihak, dari satpam, ormas, hingga pihak berwajib, bahkan klaim diri kebal hukum. Lalu dijawab, bagus jika tidak takut dengan siapa pun.
Setelah itu dia membuang kartu keeping tersebut sambil mengeluarkan kata-kata kasar (maki). Karena waktu operasional klub hampir selesai (07.00), wanita ini berdiri dan melangkah meninggalkannya.
Ketika hendak menjauh, dia langsung memukul Febrianti dari arah belakang. Kerasnya pukulan itu, wanita ini hampir terjatuh.
"Merasakan sakit pada punggung bawah dan trauma akibat ulah anarkis tersebut, korban hanya bisa menangis," pungkas sumber petugas.
Terkait dengan masalah tersebut, kedua belah pihak belum bisa dikonfirmasi. Sementara terkait perkembangan penyelidikan, Kasat Reskrim AKP Muhamad Said Husen, SIK, belum respon konfirmasi.***
Editor : M.Ridwan