Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Korban Penganiayaan hingga Tewas Oleh Oknum Aparat Ternyata Seorang Residivis

Tim Redaksi • Jumat, 9 Mei 2025 | 01:47 WIB
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan  oleh oknum aparat yang akhirnya korban meninggal dunia
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan oleh oknum aparat yang akhirnya korban meninggal dunia

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Seorang pria asal Desa Sepang bernama Juliartawan alias Basir tewas usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI.

Belakangan terungkap, korban merupakan residivis. Terduga pelaku menganiaya korban sebagai bentuk kekesalan setelah motor milik ibunya dilarikan dan digadaikan untuk judi tajen (sabung ayam). 

Kemarahan terduga pelaku yang merupakan anggota TNI memuncak setelah mengetahui aksi korban.

Terduga pelaku bersama temannya melakukan pencarian hingga ke Denpasar. Korban akhirnya terlacak di kawasan Drupadi, Denpasar dan kemudian dibawa ke GOR Denpasar.

Di lokasi itu, Korban diduga mengalami penganiayaan hingga tak sadarkan diri. Nahasnya penganiayaan tersebut sampai mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Hal ini diungkap oleh salah seorang warga Sepang Busungbiu Buleleng. Menurut sumber yang menolak identitasnya di mediakan ini mengungkap, sejak kecil di wilayah Desa Sepang korban sering kepergok mencuri di warung-warung.

”Tetapi karena masih di bawah umur maka cukup diberikan pembinaan saja,” sebut sumber.

Salah satunya kata sumber,  di rumah orang tua pelaku pernah dimasuki dan mencuri tapi keburu ketahuan.

”Setelah dewasa sering berulah dan mencuri lagi sehingga dimasukkan ke penjara,” sebutnya, lagi.

Selain itu kata sumber, korban juga pernah mencuri sepeda motor, langsung dijual sampai barang bukti hilang, tetapi ketangkap dan masuk sel.

Keluar dari tahanan bukannya bisa berubah. Tapi malah tak kapok-kapok.

Saat korban bersama pelaku pernah diajak untuk damai dan kembali ke jalan yang benar untuk berbuat baik.

”Maka dirangkulah oleh pelaku, diajak makan di rumah pelaku dan sering juga dikasih bekal agar korban bisa terus berbuat baik. Namun setelah ditinggal oleh pelaku, motornya pelaku dibawa kabur sampai digadaikan walaupun sudah dikasih tahu untuk mengembalikan, tetapi toh pada akhirnya pelaku mencari sampai ditemukan,” bebernya.

”Keluarga terduga pelaku menyayangkan kejadian ini dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tutupnya. ***

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan #oknum tni #pengeroyokan #oknum aparat #residiviis