Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

APMF 2024 Bali: AI Jadi Tantangan Industri Media dan Periklanan, Para Profesional Komunikasi dan Pemilik Brand Berkumpul di Nusa Dua

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 2 Mei 2024 | 03:29 WIB
CARI FORMULA: Chairman APMF Andi Sadha diwawancarai di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Rabu (1/5/2024). (Foto: Novi Febriani/Radar Bali)
CARI FORMULA: Chairman APMF Andi Sadha diwawancarai di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Rabu (1/5/2024). (Foto: Novi Febriani/Radar Bali)

NUSA DUAradarbali.jawapos.com - Pandemi telah usai, bukan serta merta pengusaha bernapas lega. 

Ternyata banyak tantangan dari berbagai lini  memberikan dampak pada perekonomian, khususnya di usaha bidang media dan periklanan harus berjibaku untuk bertahan. 

Geopolitik yang terjadi juga menjadi  salah satu yang memberi dampak. Berkumpulnya  pengusaha media yakni  Asia Pacific Forum for Media, Brand and Marketer (APMF) tidak hanya sebatas ekosistem tapi juga support system dalam dunia usaha media dan periklanan.

Kegiatan yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, mulai Rabu (1/5/2024) hingga Jumat (3/5/2024) ini menyediakan berbagai rangkaian kegiatan networking yang khusus dirancang untuk memfasilitasi pertukaran ide dan membangun koneksi bermakna antara para profesional di industri.

"Justru sangat menarik kita sudah pikir sampai rock bottom (kondisi pandemi). Tantangan tidak hanya covid 19 tapi inflasi, penurunan daya beli, geopolitik dan lain-lain. Fungsi APMF lebih penting lagi.

Di sinilah kita ketemu untuk menemukan formula terbaik apa sih. Karena rupanya hore pandemi selesai semua jadi indah ternyata tidak.

Ada perang ada boikot. Karena bicara perang dan lain tidak cuma  suatu negara terkena efek tapi secara global.

Itu yang kita mau duduk bareng, say hi how do we best continue us business," beber Chairman APMF Andi Sadha diwawancarai Rabu (1/5/2024). 

Ia melanjutkan, APMF  saling membentuk jejaring untuk saling membantu dan mengangkat usaha satu sama lain. Andi menegaskan dalam wadah ini  tidak usaha yang paling maju, harus saling membantu dalam ekosistem ini.  Maka dari itu, salah satu elemen penting dan nilai tambah. 

Dengan agenda yang beragam seperti networking breakfast, welcoming dinner, coffee breaks, APMF Golf, hingga APMF Night Out. APMF memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan kesempatan terbaik untuk bertemu dan berinteraksi dengan sesama pemikir terdepan di industri. 

Seluruh kegiatan dirancang untuk memungkinkan kegiatan networking dalam berbagai bentuk, mulai dari pertemuan formal hingga informal, baik dalam kelompok besar maupun kecil.

"Kami berharap APMF dapat menjadi tempat pertemuan bagi para pelaku industri, di mana mereka dapat terinspirasi dan menerapkan ide-ide atau inovasi baru untuk perusahaan dan pengembangan diri mereka.

Dengan demikian, APMF akan menjadi support system yang memungkinkan para pelaku industri untuk semakin sukses,” ucap  Andi.

Tidak hanya memperkuat jejaring, APMF juga membawa elemen knowledge. Lebih dari 70 pembicara ternama dari berbagai belahan dunia akan berkumpul di APMF 2024 untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai strategi adaptasi dan inovasi dalam industri  melalui kegiatan konferensi dan masterclass APMF Lab.

Dengan tema "Make Your Mark", para pembicara dan berbagai kegiatan yang ditawarkan akan mendorong peserta untuk menciptakan strategi yang berkesan bagi konsumen.

APMF mengajak peserta memandang industri dari perspektif yang lebih luas dan menciptakan dampak yang bermakna. 

Terlebih tantangan menghadapi revolusi teknologi salah satunya perkembangan kecerdasan buatan (AI)  yang tidak terbendung. Salah satunya generatif AI akan menjadi fokus pembicaraan, sehingga sebagai sebuah ekosistem untuk saling bahu-membahu meski adanya perubahan teknologi menjadi lebih baik. "Perubahan yang terjadi per generasi," imbuhnya. (feb)

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#APMF