Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Eropa Bersiap Risiko Perang Dunia ke-3, Ada yang Siaga Tingkat Tinggi, Sedang hingga yang Santai, Negara Mana Saja?

Admin Radar Bali • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:54 WIB

ilustrasi perang dunia ke-3. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi perang dunia ke-3. (gambar digital gemini/radar bali)

Radar Bali.id-  Perang rudal balistik Iran melawan keroyokan Amerika Serikat bersama Israel membuat sejumlah negara Eropa bersiaga menghadapi Perang Dunia ke-3.

Beberapa negara, terutama yang berbatasan langsung dengan Rusia atau memiliki sejarah panjang netralitas, adalah yang paling proaktif:

 Logistik: Makanan dan Listrik

Strategi yang digunakan disebut "Pertahanan Total" (Total Defense), di mana warga sipil dilibatkan langsung dalam ketahanan negara.

Persediaan Makanan

Listrik dan Energi

Perlindungan Lansia, Anak-anak, dan Wanita

Eropa tidak lagi menggunakan istilah "wajib militer" hanya untuk laki-laki dalam konteks kesiapsiagaan sipil.

Tingkat  Kesiapan Negara dalam Menghadapi Konflik

Tingkat Kesiapan Sangat Tinggi

Negara-negara seperti Swedia, Finlandia, dan Polandia menunjukkan komitmen yang paling serius. Langkah nyata yang mereka ambil meliputi penerapan wajib militer, penyediaan bunker massal bagi penduduk, serta pelaksanaan latihan sipil secara rutin untuk memastikan masyarakat siap dalam kondisi darurat.

Tingkat Kesiapan Sedang

Jerman, Prancis, dan Inggris berada pada level menengah. Fokus utama mereka saat ini adalah meningkatkan anggaran militer secara signifikan. Meski begitu, aspek infrastruktur sipil di negara-negara ini masih dalam proses renovasi dan belum sepenuhnya siap seperti kelompok negara pertama.

Tingkat Kesiapan Relatif Santai

Negara-negara di bagian selatan Eropa seperti Spanyol, Portugal, dan Italia cenderung lebih tenang. Mereka lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi dan merasa cukup aman karena posisi geografis mereka yang jauh dari titik konflik di wilayah Timur.

Bukan hanya sekadar ledakan bom, ketakutan utama mereka antara lain:

  1. Perang Hibrida: Serangan siber yang mematikan aliran listrik dan internet secara nasional secara tiba-tiba.
  2. Sabotase Infrastruktur: Seperti pemutusan kabel bawah laut atau pipa gas.
  3. Senjata Nuklir Taktis: Ketakutan akan eskalasi yang tidak terkendali yang melibatkan radiasi.[disarikan dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita
#Perang Dunia Ke 3 #iran #eropa #amerika serikat #Israel