Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tarif Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Naik, Pelayanan Dituntut Lebih Baik Lagi

Muhammad Basir • Jumat, 4 Agustus 2023 | 09:30 WIB
Proses pembangunan untuk peningkatan dermaga ponton menjadi dermaga movable bridge.
Proses pembangunan untuk peningkatan dermaga ponton menjadi dermaga movable bridge.

NEGARA- Tarif penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk - Ketapang sudah naik mulai Kamis (3/8). Naiknya tarif penyeberangan ini diharapkan diukuti pula pelayanan penyeberangan yang lebih baik, mulai dari sarana penyeberangan hingga lalu lintas penyeberangan sehingga tidak ada lagi antrean panjang seperti yang terjadi akhir bulan Juni hingga awal Juli lalu.

Seperti diketahui, selama sepekan terakhir bulan Juni lalu terjadi antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang. Antrean kendaraan yang akan masuk kapal untuk menyeberang bahkan mencapai 10 jam lebih. "Naik tidak apa-apa, asal tidak ada antre lama lagi seperti hari raya Idul Adha kemarin," kata Zaki, salah pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk.

Antrean tersebut, disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, cuaca yang mengganggu penyeberangan, dermaga ponton yang tidak digunakan karena ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB). Ditambah dengan peningkatan pengguna jasa penyeberangan karena musim libur sekolah dan hari raya.

Manajer usaha PT. ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk Djumadi mengatakan, penyesuaian tarif penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang, sudah dimulai 3 Agustus pukul 12 malam waktu setempat. "Penyesuian tarif sekitar 4-5 persen dari tarif sebelumnya," jelasnya.

Djumadi menyadari, dengan peningkatan tarif penyeberangan ini maka masyarakat atau pengguna jasa penyeberangan akan menuntut peningkatan pelayanan. Karena itu, dengan naiknya tarif penyeberangan ini, maka pelayanan penyeberangan akan ditingkatkan.

Namun dalam peningkatan pelayanan, kewenangan dari PT. ASDP hanya pada peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan, seperti peningkatan dermaga ponton menjadi MB yang saat ini sedang dikerjakan. Dermaga ponton yang awalnya berkapasitas 10 ton, karena menjadi MB, maka kapasitas 60 ton. "Setiap saat kami evaluasi, kekurangan dari pelabuhan kami tingkatkan agar lebih baik lagi," ungkapnya.

Salah satu yang masih belum dilakukan saat ini mengenai dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk atau dermaga plengsengan. Mengingat, saat air surut kapal tidak biasa sandar  yang disebabkan pasir yang menghambat proses sandarnya kapal. "LCM sudah survei nantinya akan perbarui, plengsengan akan dicor lagi," ujarnya.

Sedangkan mengenai fasilitas pelayanan kapal, merupakan kewenagan dari perusahaan kapal. Namun, pihaknya tetap menekankan pada setiap perusahaan kapal yang beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk - Ketapang selalu meningkatkan pelayanan, baik sarana pendukung dan keselamatan pelayaran. Apalagi saat ini tarif penyeberangan sudah mulai naik. "Peningkatan pelayanan dan keselamatan itu wajib dilakukan perusahaan kapal," tegasnya.

Sebelumya, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Syamsudin juga menekankan dengan menaikkan tarif penyeberangan ini, maka perusahaan kapal juga dituntut untuk meningkatkan pelayanan. Karena kenaikan tarif untuk menunjang standar pelayanan minimum agar masyarakat dapat menyeberang dengan aman, nyaman dan selamat. (*)

Editor : Donny Tabelak
#pelabuhan ketapang #tarif penyeberangan #pelabuhan gilimanuk