NEGARA, Radar Bali - Silaturahim Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana tiada henti.
Usai bertemu owner Rumah Makan Muslim Bidadari 2, Negara, Jembrana, Hasip Sucipto; wartawan Jawa Pos Radar Bali Muhammad Basir; dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali Djoko Heru Setiyawan di rumah makan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Banyubiru, Negara, Jembrana ini, silaturahimnya ngalir.
Mulai bersama wartawan Jawa Pos Radar Bali Muhammad Basir dan owner Warung Bidadari Hasip Sucipto, silaturahim ke Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama jajaran, di Ruang Kerja Bupati Tamba, Senin (24/7/2023).
Juga Sharing Komunikasi dan Motivasi bersama pegawai Rumah Makan Bidadari. ’’Dengan Sepenuh Hati Melayani Semua Tamu di Rumah Makan Bidadari 2 Negara, Jembrana,’’ demikian temanya.
Berlanjut silaturahim ke teman lama Dr Aqua Dwipayana, Direktur Jawa Pos Radar Bali Justin M. Herman, sekaligus sharing bersama keluarga besar Jawa Pos Radar Bali.
’’Jawa Pos Radar Bali Selalu di Hati,’’ demikian Sharing Komunikasi dan Motivasi Dr Aqua di Ruang Rapat Jawa Pos Radar Bali di Jalan Hayam Wuruk 294, Denpasar, Bali, Selasa sore (25/7).
Silaturahim Dr Aqua Dwipayana bersama wartawan Jawa Pos Radar Bali Muhammad Basir dan Hasip Sucipto (Rumah Makan Muslim Bidadari) bersama Bupati Tamba, puncaknya, Sabtu (5/8/2023), Dr Aqua akan buat rekor baru.
Sebab, bersama si putra bungsunya, Savero Karamiveta Dwipayana, duet pertama ayah dan anak ini, menyampaikan materi motivasi kepada sekitar 5.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat di wilayah Jembrana, Provinsi Bali.
Tema yang diusung; Pengembangan Potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Menuju Jembrana Emas Tahun 2026 di GOR Kresna Jvara, Dusun Sawe Rangsasa, Desa Batuagung, Jembrana, yang berkapasitas 6.000 orang.
Di tempat yang berlokasi lebih kurang 2 km dari Kantor Bupati Jembrana ini, ayah dan anak ini, sharing motivasi bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba, S.H.
Pesertanya mulai ASN, bendesa adat (pemimpin adat dalam pemerintahan desa adat di Bali), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), perbekel (kepala pemerintah desa yang memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa), hingga
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Penyampaian materi sharing oleh Dr Aqua Dwipayana dilakukan atas permintaan langsung Bupati I Nengah Tamba terkait dengan Program Jembrana Emas Tahun 2026 yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Kegiatan itu merupakan rangkaian acara ulang tahun Kota Jembrana ke-128 dan hari jadi Republik Indonesia ke-78.
Tamba pilih mengisinya dengan support Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada seluruh ASN dan masyarakat Jembrana.
Dr Aqua Dwipayana, kali pertama kali kenal Tamba pada Senin sore (24/7/2023) di Kantor Bupati Jembrana. Waktu itu pria rendah hati ini, bersama teman akrabnya, pemilik Rumah Makan Muslim Bidadari 2 Negara Hasib Sucipto, dan wartawan Jawa Pos Radar Bali Muhammad Basir.
Sedangkan Tamba didampingi dua stafnya, yakni; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika I Ketut Eko Susilo Artha Permana, juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan I Wayan Putra Mahardika.
Bas, panggilan akrab Muhammad Basir ini, yang berjasa mengenalkan Dr Aqua Dwipayana kepada Tamba. Sekira dua minggu sebelumnya, lewat video call Bas ’’mempertemukan’’ dua pria ini, yang langsung nyambung ketika berkomunikasi.
Waktu itu, Dr Aqua Dwipayana dalam perjalanan dari Denpasar ke Banyuwangi. Sebelum menyeberang di Gilimanuk, mampir ke Cipto--panggilan akrab Hasib Sucipto-- di Rumah Makan Muslim Bidadari 2 Negara miliknya.
Bas yang sedang di sana berinisiatif mengenalkan Dr Aqua Dwipayana kepada Tamba lewat video call. Saat kali pertama komunikasi, mereka langsung akrab.
Saat ngobrol tersebut Dr Aqua Dwipayana berjanji ke Tamba, di tengah jadwalnya yang sangat padat akan memprioritaskan waktunya untuk silaturahim ke Jembrana. Tentu saja, sekaligus menawarkan kepada Tamba untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, kepada seluruh ASN di Kabupaten Jembrana.
Walau baru kenalan, ngobrolnya mengalir dan akrab sekali. Diwarnai canda dan tawa. Tamba cerita banyak tentang semua yang telah, sedang, dan akan dikerjakannya selama menjadi Bupati Jembrana. Semuanya, menarik perhatian Dr Aqua Dwipayana.
Salah satunya, yang menjadi perhatian Dr Aqua Dwipayana adalah program Menuju Jembrana Emas Tahun 2026, yang disampaikan Tamba. Sangat menarik dan meyakini niat baik bupati brilian ini, dapat terwujud.
Bupati Tamba-Dr Aqua pun intens mendiskusikan program Menuju Jembrana Emas Tahun 2026. Hingga sepakat untuk mewujudkannya. Untuk menggapai cita-cita mulia ini, salah satu yang perlu dipersiapkan secara serius dan sungguh-sungguh adalah seluruh ASN sebagai pelayanan masyarakat, dan para tamu dari mancanegara yang datang ke Jembrana.
Tamba meminta Dr Aqua Dwipayana untuk membantu program unggulannya tersebut. Dengan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada seluruh ASN Kabupaten Jembrana.
Bupati yang ramah ini mengungkapkan, semua unsur masyarakat di Kabupatan Jembrana harus menyiapkan segenap aspek untuk mengantisipasi perkembangan tersebut.
"Baik secara, sosial, psikologis, maupun mental dalam menyambut segenap perkembangan yang akan muncul. Oleh karena itu, saya mengundang khusus Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana untuk memberikan motivasi, bagaimana seharusnya masyarakat bersikap dan mengantisipasi perubahan yang cepat,” ucap Bupati Tamba.
Selain Dr Aqua Dwipayana yang merupakan penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim ini, Tamba juga mengundang sang putra bungsu Savero Karamiveta Dwipayana yang Wakil Koordinator Komunikasi Publik Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi serta aktivis pada berbagai organisasi penting di tanah air.
Menurut Dr Aqua Dwipayana, masyarakat jangan gegar budaya menghadapi perubahan yang sudah niscaya. Hal ini mengandung arti bahwa, meskipun masyarakat dihadapkan pada perubahan, baik itu dalam hal teknologi, gaya hidup, atau nilai-nilai sosial, mereka sebaiknya tetap teguh mempertahankan nilai-nilai budaya dan identitas mereka.
"Namun, mereka juga diharapkan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa harus mengorbankan akar budaya mereka,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Lebih lanjut, Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat ini menegaskan, menghargai dan memelihara warisan budaya adalah penting. Ini bisa mencakup bahasa, adat istiadat, seni tradisional, dan sejarah masyarakat. Mempertahankan elemen-elemen ini dapat membantu menjaga identitas unik masyarakat.
’’Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan. Masyarakat harus dapat membuka diri untuk memahami dan mengakui manfaat perubahan, terutama yang berkaitan dengan teknologi, ilmu pengetahuan, dan ekonomi. Beradaptasi dapat membantu masyarakat tetap relevan dalam konteks global yang terus berubah,” urai Dr Aqua Dwipayana.
Sudah Sering Duet
Duet antara bapak dengan anak ini, menjadi kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi kali kesekian, dan sudah sangat sering. Namun, uniknya kali ini duet tersebut di hadapan 5.000 peserta. Sehingga menjadi rekor tersendiri.
Sebelumnya, aktivitas serupa selalu menuai atensi besar dari khalayak. Banyak pengalaman menarik, hingga pesan-pesan inspiratif yang disampaikan oleh Dr Aqua Dwipayana yang merupakan penulis buku super best seller: The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ini.
Kendati tidak diarahkan, sejak awal Ero--panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana-- yang memiliki kepedulian tinggi sudah menunjukkan talenta luar biasa di bidang komunikasi publik.
Sosok anak muda yang pernah meraih penghargaan Mahasiswa Pegiat Gerakan Kemanusiaan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) ini, juga memiliki spirit pengabdian sosial yang sangat tinggi.
’’Saya tidak pernah mengarahkan anak-anak untuk menjadi apapun. Tugas saya hanya menyediakan fasilitas dan pendukung untuk membawa mereka pada tujuan positif dalam kehidupannya.
Namun, Alhamdulillah, kedua anak saya termasuk si sulung, Alira Vania Putra Dwipayana, tumbuh sesuai dengan nilai-nilai kepekaan dan kepedulian sosial. Yang utama adalah mereka harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, sehingga keberadaan mereka dirasakan banyak orang,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Kiprah perdana komunikasi publik Ero yang sejak awal pandemi sudah menjadi relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 nasional yang saat itu dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, dimulai pada Sharing Komunikasi dan Motivasi di aula serbaguna SMAN 1 Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 2-3 Januari 2020.
Saat ini, Dr Aqua Dwipayana berbagi panggung tampil berbicara di depan sekira 1.500 peserta dengan Ero; wartawan senior, Nurcholis MA Basyari; dan Fauzi Akmal. Pesertanya, dari kalangan para guru, orangtua murid, dan siswa/I SMA dan SMK se-Bukittinggi.
Ero menunjukkan kematangannya dengan tampil tanpa canggung seolah sudah terbiasa atau seperti bincang-bincang biasa. Tidak heran, dalam bebutnya itu, Ero pun langsung tampil sebagai bintang, tidak kalah dengan sang ayah.
Penampilan di depan khalayak yang lebih luas dan dihadiri kalangan akademisi yang dijalani Ero berlangsung pada 1 Juli 2020.
Saat itu, Fikom Unpad yang telah menghasilkan lebih dari 300 doktor Komunikasi (termasuk Dr Aqua Dwipayana), menggelar acara launching Dies Natalis ke-60. Meski dilaksanakan di tengah masih berkecamuknya virus korona jenis baru, Covid-19, kegiatan dies natalis kali ini tidak kalah meriahnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ero tampil tak kalah impresif dengan bapaknya, Dr Aqua Dwipayana, pada Webinar Harmoni Mewujudkan Adaptasi Kenormalan Baru dalam Perspektif Komunikasi.
Webinar dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta, baik dari kalangan internal, termasuk para alumni, maupun dari luar Fikom Unpad. Jumlah peserta webinar tersebut tergolong sangat banyak. Hal itu disebabkan konteks dan kontennya menarik.
Ero menjadi pembicara paling muda di luar narasumber lainnya, yakni Dr Aqua Dwipayana; Rektor Universitas Padjadjaran, Prof Dr Rina Indiastuti; dan Letjen TNI, Doni Monardo.
’’Penampilan Ero meski menjadi pembicara termuda sangat menarik dan memukau. Saya kira beliau memang mewarisi kompetensi dan keterampilan berkomunikasi dari ayahandanya, Bapak Dr Aqua Dwipayana.
Saya yakin Ero akan terus berkembang dan menunjukkan keterampilan dan kompetensi komunikasi yang luar biasa,” ungkap salah seorang dosen senior Fikom Unpad, Dr Siti Karlinah, memberikan apresiasi atas penampilan Ero.
Webinar ini dimoderatori oleh Dr Hadi Suprapto Arifin, dosen senior Fikom Unpad, yang juga pengajar di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri.
Di tengah-tengah acara, moderator juga mengundang guru besar yang juga dekan ke-9 Fikom Unpad, Prof Deddy Mulyana MA PhD, untuk berbicara.
’’Tanpa harus memaksakan kehendak atau menyuruh, Dr Aqua telah berhasil menanamkan teladan kepada putranya, Ero. Hari ini, Dr Aqua nampak memang ingin memberi kesempatan luas untuk Ero.
Sehingga, semakin menemukan kematangannya. Selamat untuk Dr Aqua dan Savero,” ungkap Prof Deddy Mulyana, yang memiliki ikatan komunikasi dan emosional yang sangat dekat dengan Dr Aqua Dwipayana ini.
Kolaborasi Sharing Komunikasi dan Motivasi antara Dr Aqua Dwipayana dengan Ero berlanjut hingga ke Provinsi Bali. Keduanya tampil bersama pada kegiatan bertajuk; Memperkuat Energi dan Sinergi dalam Penanganan Covid-19, di Aula Werkudara Gedung Poliklinik Lantai 3 RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, pada Senin (3/8/2020), pukul 09.00 WITA.
Selanjutnya pada 14 Agustus 2020, Dr Aqua Dwipayana dan Ero hadir pada sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi di Ballroom Maccora 1 Hotel The Rinra Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (14/8/2020).
Kegiatan yang dihelat Bank Sulselbar ini bertajuk; Tetap Produktif, Sehat, dan Aman untuk Mewujudkan Semua Target Bank Sulselbar pada saat Pandemi Covid-19.
’’Saya sengaja mengundang Pak Aqua sebagai pakar komunikasi yang telah memotivasi ratusan ribu orang baik di 34 provinsi di Indonesia maupun di puluhan negara. Kepiawaiannya dalam berkomunikasi dan memotivasi sangat dibutuhkan jajaran kami,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan.
Tanggal 23 Oktober 2020, duet inspiratif ini kembali menjadi narasumber pada sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi secara virtual. Ayah dan anak tersebut tampil dalam Webinar di hadapan sekira 1.600 mahasiswa baru serta mahasiswa senior, dan dosen Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/10/2020).
’’Pak Aqua dan putra beliau, Ero, akan Sharing Ilmu Komunikasi dan pengalaman mereka untuk memotivasi mahasiswa baru kami yang berjumlah 1.600 orang. Mereka akan tampil dalam satu kegiatan yang kami namakan Pendikar, yakni Pendidikan Karakter,” kata Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Dr Hidayat. S.T. M.T.
’’Saya Insya Allah siap untuk melakukan Sharing Komunikasi dan Motivasi di mana pun dan kapan pun, sepanjang semua dilakukan demi berkontribusi pada pendidikan.
Saya sudah membulatkan tekad menghabiskan sisa hidup saya untuk melaksanakan dan menyebarkan gerakan silaturahim ke mana dan di mana saja,” ungkap Dr Aqua Dwipayana yang telah mengumrahkan gratis ratusan orang dari hasil penjualan buku super best seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi ini.
Dalam TOR yang diberikan pihak panitia, Dr Aqua Dwipayana memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi terkait dengan perjuangan beliau yang berasal dari keluarga tidak mampu hingga menjadi pakar komunikasi dan kemudian sangat aktif dalam banyak kegiatan sosial.
Dr Aqua Dwipayana yang memutuskan pensiun dini di usia 35 tahun pada September 2005 dan lebih memusatkan kegiatannya dengan bersilaturahim tanpa henti.
Juga memberikan tips bagaimana mahasiswa dengan tingkat ekonomi rendah, namun mampu berdaya dan pada akhirnya memberikan sumbangsih besar bagi masyarakat dan kemanusiaan secara umum.
Di sisi lain, Ero yang pada 2014 keliling Indonesia dengan mendatangi 34 provinsi mulai dari kilometer nol di Sabang, Aceh, sampai kilometer nol di Merauke, Papua, menceritakan pengalamannya menjadi aktivis sosial, kegiatan sosial apa saja yang pernah diikuti, dan ketertarikannya untuk selalu memberi manfaat bagi lingkungan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Inspirasi Bogor yang dikemas dalam event bertajuk Ruang Bincang Inspirasi.
Acara Ruang Bincang Inspirasi adalah sesi berbagi cerita dan pengalaman dalam meneladani nilai-nilai juang narasumber yang telah sukses dalam bidangnya.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun motivasi mahasiswa guna mengenali potensi diri dan mempersiapkan diri menjadi pemuda yang tangguh.
Ruang Bincang Inspirasi perdana telah dilaksanakan pada 13 Oktober 2019 dengan jumlah peserta anggota Pondok Inspirasi sebanyak 50 orang.
Sejauh ini, Ruang Bincang Inspirasi sudah dilaksanakan sebanyak 13 kali dengan jumlah peserta mencapai 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Selanjutnya, Pondok Inspirasi kembali mengadakan Ruang Bincang Inpirasi khusus untuk mahasiswa Bidikmisi/KIP seluruh Indonesia dengan tema; Memetik Inspirasi dari Sang Pakar Komunikasi yang akan mengupas tuntas perihal komunikasi bagi mahasiswa.
Chief Executive Officer PT Paragon Technology Innovation, Salman Subakat; dan pendiri Yayasan Pondok Inspirasi Bogor, Rico Juni Artanto, yang meminta Dr Aqua Dwipayana dan Ero bicara di acara tersebut.
Kian Aktif dan Produktif
Putra bungsu Dr Aqua Dwipayana itu semakin aktif dan produktif. Kiprah anak muda yang banyak prestasi tersebut semakin meluas. Ia kerap berkeliling Nusantara untuk terus menyampaikan materi pelatihan, seminar, workshop, dan lain-lain, utamanya dalam bidang komunikasi.
Ero dikenal sebagai anak muda yang paham dan menguasai kompetensi bagaimana harus berkomunikasi di era digital yang ditandai oleh perubahan yang serba cepat dalam masyarakat.
Kehadiran Savero diharapkan memberikan ’’sentuhan” tersendiri karena gaya penyampaian pesannya memiliki karakter berbeda dengan sang ayah. Seturut usianya, Savero terampil menyampaikan pesan dalam bahasa yang sesuai dan dipahami oleh kelompok milenial.
Ero semakin matang dalam menyampaikan materi presentasi di depan publik. Selain itu, tema-tema dan penyampaian materinya sangat up to date dan relevan dengan kondisi mutakhir.
Itulah mengapa dalam setiap sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi baik dilakukan bersama ayahandanya maupun seorang diri, peserta selalu antusias dan kerap mendapat pengetahuan penting dan pemahaman komprehensif tentang berbagai isu yang berkembang. Utamanya dalam kaitan bidang komunikasi, selaras dengan latar belakang keilmuan Ero.
Sebagai mahasiswa dengan latar belakang keilmuan Komunikasi, Ero amat memahami bahwa literasi digital dan media sosial adalah keharusan bahkan semestinya menjadi keniscayaan bagi seluruh kaum muda.
Dengan paparan dan jargon yang mudah dipahami serta gaya penyampaian yang selalu menyenangkan karena tidak terkesan seperti menggurui, Ero banyak menyampaikan materi yang sangat mendasar dan penting.
Yakni, etika berkomunikasi. Sebuah hal penting dan mendasar, bahkan dalam konteks diskursus di ranah digital atau virtual.
Materi yang disampaikan Ero, tak sekadar merepresentasikan kompetensi keilmuan dan pengalaman emasnya dalam beragam kiprah positifnya di berbagai kesempatan dan lembaga. Termasuk keberadaanya sebagai relawan nasional pada Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, selama lebih dari dua tahun pada masa pandemi Covid-19.
Lebih dari itu, apa yang disampaikan Ero terasa autentik dan relevan bagi anak muda tersebut. Apa yang diucapkan di depan publik adalah praktik berkomunikasinya sehari-hari.
Ero selalu mengedepankan sikap santun, rendah hati, serta sangat menghargai lawan bicara karena sejak dini dibesarkan dalam lingkungan yang terbiasa menjalankan nilai-nilai positif demikian.
Ero saat ini menjadi aktivis dan trainer literasi digital di ICT Watch yang merupakan organisasi masyarakat sipil yang telah menginisiasi sejumlah inisiatif dan gerakan literasi digital di Indonesia.
Ia juga menjadi Direktur Keuangan dan Kemitraan Portal Kesehatan Masyarakat. Merupakan organisasi nonpemerintah yang aktif melakukan advokasi secara multi stakeholder untuk memperoleh dukungan strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui berbagai program yang dilakukan.
Jembrana Emas 2026
Program Jembrana Emas Tahun 2026 adalah pencanangan upaya untuk meningkatkan investasi, kunjungan wisatawan, dan peningkatan pendapatan daerah di wilayah kabupaten yang terletak di ujung barat Pulau Bali tersebut.
Ibu kota Jembrana adalah Kecamatan Negara. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tabanan di Timur, Kabupaten Buleleng di utara, Selat Bali di barat, dan Samudra Hindia di selatan. Pada 2021, penduduk Kabupaten Jembrana berjumlah 321.931 jiwa.
Bupati I Nengah Tamba menjelaskan, salah satu indikator mewujudkan Jembrana Emas 2026 adalah dengan dibangunnya Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang pelaksanaan groundbreaking-nya sudah dilakukan pada 10 September 2022 oleh Presiden Joko Widodo.
’’Saat jalan tol telah dibangun, maka akan ada investasi yang masuk ke Jembrana. Dengan adanya investasi yang masuk, akan membutuhkan tenaga kerja. Dan di tahun 2026 juga kunjungan wisatawan ke Jembrana diperkirakan mencapai 6-8 juta orang, pada saat itu, semua keluarga di Jembrana bisa bekerja, semoga tidak ada lagi keluarga prasejahtera di kabupaten Jembrana,’’ ucap Tamba.
Program Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) yang merupakan satu-satu sistem data tunggal daerah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten juga menjadi penekanan Bupati.
JSDDD sendiri menjadi magnet untuk kunjungan kerja berbagai instansi Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia datang Jembrana. JSDDD dilihat sebagai inovasi daerah yang sangat penting sebagai indikator penentu arah perencanaan kebijakan suatu daerah.
Masa kepemimpinan dan pengabdian Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna genap berjalan dua tahun pada 2023 ini.
Berbagai kebijakan strategis sudah dikeluarkan dalam upaya membangun Kabupaten Jembrana yang Lebih Maju dan Bahagia, Melalui Pengimplementasian Visi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana
Sementara, untuk program kegiatan bertumpu pada 13 program prioritas di sektor kesehatan, pendidikan, jaminan hasil pertanian, pembukaan investasi dan lapangan kerja, serta di bidang sosial dan penanganan warga kurang mampu.
Bupati I Nengah Tamba bersama jajarannya terus memperkuat ekosistem, serta daya dukung guna menyongsong terwujudnya Jembrana Emas 2026.
Pembangunan jalan tol yang ditarget pemerintah pusat rampung pada 2025 sebagai pintu masuk tumbuhnya ekonomi Jembrana, baik iklim pariwisata beserta investasi dan lapangan kerja lainnya. Untuk itu, berbagai kesiapan digenjot sebagai embrio tumbuhnya ekonomi Jembrana.
Dalam masa dua tahun kepemimpinan Tamba hingga 2023, berbagai capaian telah diraih, di antaranya; untuk tingkat partisipasi angkatan kerja Kabupaten Jembrana tahun 2021 sebesar 81,26 persen dan 2022 sebesar 80,60 persen.
Torehan ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja Provinsi Bali (73,54 persen pada 2021 dan sebesar 76,86 persen pada 2022).
Umur Harapan Hidup Saat Lahir di Kabupaten Jembrana pada 2021 mencapai 72,46 dan sebesar 72,82 untuk 2022. Hal ini melampaui capaian Umur Harapan Hidup Saat Lahir Provinsi Bali yaitu sebesar 72,24 pada 2021 dan sebesar 72,60 pada 2022.
Capaian IPM Kabupaten Jembrana terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2020 sebesar 72,36, kemudian meningkat menjadi 72,75 pada ]2021 dan terakhir pada 2022 mengalami peningkatan sebesar 73,58.
Berdasarkan Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, bahwa Indeks Kebahagiaan Kabupaten Jembrana mencapai 72,30.
Capaian Indeks Kebahagiaan tersebut lebih tinggi 0,86 poin dibandingkan capaian Indeks Kebahagiaan Provinsi Bali 2021 (sebesar 71,44), dan bahkan Indeks Kebahagiaan Kabupaten Jembrana ini pun melebihi Indeks Kebahagiaan Nasional (71,49 pada 2021).
Pendapatan Daerah Kabupaten Jembrana dari sektor pariwisata 2022 (Rp 4,84 miliar lebih). Hal ini terjadi peningkatan sebesar 51,56 persen dibandingkan kontribusi sektor pariwisata Jembrana 2021 (Rp 2,35 miliar lebih).
Terkait infrastruktur, total panjang ruas jalan di Kabupaten Jembrana adalah 1.075 kilometer (km), dengan kondisi jalan rusak ringan pada 2022 sepanjang 141.4 km atau 13,15 persen sedangkan jalan yang rusak berat sepanjang 102,8 km atau 9,5 persen. Pemerintah Kabupaten Jembrana menetapkan perbaikan jalan-jalan yang rusak tersebut akan tuntas pada 2024. (djo)
Editor : Rosihan Anwar