NEGARA, Radar Bali.id - Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) bisa menghasilkan sekitar 74 ton sampah bernilai. Ini dihasilkan dari pemilihan sampah yang terpusat di tempat pembuangan akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah.
Hasil pemilihan sampah ini, sebagai bahan baku daur ulang sampah yang dikirim ke perusahan daur ulang di Jawa Timur.
Bahkan hasil pemilihan sampah dari Jembrana ini sudah dikaji oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dalam sebuah kesempatan, mengungkapkan bahwa Jembrana salah satu pemasok bahan baku daur ulang sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengatakan, dalam pengolahan sampah di Jembrana, sudah melakukan berbagai upaya.
Mulai dengan mengoptimalkan TPST, membuat TPS3R di desa, serta kerjasama dengan swasta. "Setiap bulan, sampah non organik yang bernilai dipilah di TPST saat ini sekitar 74 ton," jelasnya.
Hasil pemilihan sampah dari TPST, memang dikirim ke Jawa Timur untuk daur ulang. Jumlah sebanyak 74 ton perbulan ini, masih kurang dari permintaan. Karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan produksi pemilahan sampah di Jembrana, nantinya tidak hanya yang dari TPST tetapi juga TPS3R di masing -masing desa dan kelurahan yang terbentuk.
Peningkatan produksi bahan baku sampah daur ulang ini, lanjutnya, optimis bisa terwujud. Karena, Dewa Ary mengakui masih banyak sampah yang belum dikelola maksimal, sehingga jika nantinya sudah dikelola bisa menambah produksi bahan baku sampah daur ulang.
Salam pengelolaan sampah yang dilakuan, pihaknya berharap sampah yang masih menjadi masalah bertahun -tahun ini bisa diatasi. Sehingga nantinya TPA hanya menjadi pembuangan residu sampah, bukan lagi sampah yang masih bercampur antara organik dan non organik.
Mengenai pengelolaan residu sampah, pihaknya sudah melakukan kontrak kerjasama dengan salah satu perusahan swasta yangs acara khusus memang untuk mengelola residu sampah.
“Kalau semua berjalan, masyarakat melakukan pemilihan sendiri, TPS3R dan TPST berjalan, ditambah pengolahan residu, maka sampah di Jembrana bisa ditangani maksimal,” tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita