NEGARA, Radar Bali.id - Museum Manusia Prasejarah, di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya akan disucikan dengan upacara khusus.
Penyucian tersebut, sebagai upaya secara niskala oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana, sebelum melakukan penataan menyeluruh di Kelurahan Gilimanuk, termasuk museum sebagai daya tarik wisata.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyebut upacara tersebut sebagai penyucian roh suci yang ada di museum yang dulu diberi nama museum manusia purba. "Karena ini manusia pra sejarah, maka pembersihan secara niskala," ungkapnya.
Setelah upaya penyucian dilakukan bisa berdampak positif bagi Jembrana, terutama masyarakatnya. Segala bentuk pembangunan di Jembrana berjalan dengan baik dan masyarakat semakin sejahtera. "Hal - hal buruk di Jembrana bisa hilang," ungkapnya.
Selain secara niskala, penataan museum juga akan dilakukan bersamaan dengan penataan fisik museum di Kelurahan Gilimanuk secara menyeluruh. Karena museum prasejarah satu -satunya di Bali ini sebenarnya bukan hanya tanggungjawab dari pemerintah kabupaten Jembrana. "Museum ini warisan budaya, karena itu kami meminta sumbang pendapat dari pihak manapun," ungkapnya.
Bupati juga mendiskusikan rencana penyucian tersebut dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh adat di Melaya, Rabu (17/1). Sejumlah Bendesa di Kecamatan Melaya dikumpulkan untuk membicarakan rencana upacara yang akan digelar awal bulan Februari mendatang.
Bupati juga akan mengundang Gubernur Bali, Kapolda Bali dan pihak terkait museum. Bahkan akan mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membicarakan mengenai penataan museum manusia ke depan. "Ini (museum) peninggalan bersejarah yang sangat mahal. Terutama temuan kerangka manusia yang ditemukan jauh sebelum tahun Masehi," ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita