NEGARA, Radar Bali.id- Abrasi pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, berdampak pada pipa jaringan distribusi air bersih.
Pipa distribusi air putusan dan puluhan pelanggan pelanggan berhenti karena rumah yang berlangganan sudah tidak bisa ditempati karena rusak.
Pipa air distribusi milik Perumda Air Minum Tirta Amerta Jati Jembrana, sudah terdampak sejak awal pesisir pantai abrasi.
Tidak terhitung perbaikan pipa yang dilakukan setiap pipa putus karena abrasi. Pipa distribusi air sudah sering dipindah ke lokasi lebih aman.
"Perbaikan pipa sering saat abrasi memutus pipa jaringan distribusi air," ujar Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Jati Jembrana I Gede Puriawan.
Menurutnya, karena abrasi tersebut selain pipa yang sering putus, pelanggan air juga banyak yang berhenti karena rumah terdampak abrasi.
Bahkan fasilitas umum seperti jalan yang juga digunakan untuk jalur pipa distribusi habis. "Banyak pelanggan yang pindah rumah karena abrasi. Sehingga kami lakukan penataan ulang jaringan distribusi air," ungkapnya.
Karena saat ini sedang dibangun senderan pantai, pihaknya akan melakukan penataan ulang untuk menyempurnakan jaringan pipa distribusi.
Saat awal pengerjaan senderan, sebanyak enam sambungan rumah tangga di pesisir pantai yang terdampak pembangunan senderan sudah diubah.
"Dengan pembangunan senderan, sudah tidak khawatir lagi dengan dampak abrasi. Tetapi harus mengatur ulang pipa jaringan air menyesuaikan kondisi terbaru," ujarnya. [*]
DILATIH TENTARA : Linmas Buleleng
Editor : Hari Puspita