NEGARA, Radar Bali.id - Partai Golkar akan mengeluarkan rekomendasi calon bupati dan wakil bupati Jembrana yang akan diusung pada 8 Agustus mendatang.
Rekomendasi dari dewan pengurus pusat (DPP) Partai Golkar akan menjadi penentu kandidat calon bupati dan wakil bupati yang akan menjadi peserta pemilihan bupati (Pilbup) Jembrana 27 November mendatang.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Jembrana, I Made Suardana, mengatakan, mengenai persiapan Pilbup Jembrana, sesuai dengan instruksi dari DPP Partai Golkar tetap mengikuti tahapan-tahapan yang sudah ditentukan.
Saat ini tahapan survei tahap kedua. ”Sekarang sudah selesai surveinya, tinggal kami masih nunggu tahapan hasil survei,” ujarnya.
Semua tahapan Pilbup, terutama mengenai hasil survei akan dikaji oleh DPP Partai Golkar sebelum diputuskan dalam bentuk rekomendasi. Karena rekomendasi tersebut salah satu indikatornya hasil survei. ”Apapun nanti keputusan DPP Partai Golkar, kami siap mengikuti. menjalani keputusan DPP,” tegasnya.
Suardana mengakui bahwa saat ini aspirasi dari kader dan masyarakat agar maju sebagai kandidat bakal calon wakil bupati.
Bahkan sejumlah partai politik sudah mengusulkan ke masing -masing induk partainya untuk maju sebagai wakil bupati berpasangan dengan bakal calon bupati I Nengah Tamba menggantikan I Gede Ngurah Patriana Krisna yang mundur sebagai bakal calon pendamping I Nengah Tamba.
Akan tetapi meskipun ada aspirasi tersebut, anggota DPRD Bali ini mengaku tetap berpedoman dengan mekanisme Partai Golkar.
Rencananya, DPP Partai Golkar akan mengeluarkan rekomendasi pada 8 Agustus mendatang, tetapi rekomendasi tahap pertama dan akan dilanjutkan dengan rekomendasi tahap kedua untuk kandidat calon bupati dan wakil bupati di Bali. ”Ada dua tahap nanti rekomendasinya," tegasnya.
Suardana menegaskan, bahwa koalisi lima partai yang telah terbentuk masih solid.
Koalisi partai tersebut, terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB dan PPP. ”Koalisi masih tetap seperti sebelumnya, sampai saat ini belum ada perubahan,” ungkapnya.
Koalisi ini masih solid, karena masih belum ada rekomendasi kepada calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dari masing - masing DPP partai.
Setelah ada rekomendasi, maka ada potensi perubahan koalisi yang akan mengusung calon bupati dan wakil bupati Jembrana.
”Kalau sudah ada rekomendasi, berarti tahu arah koalisi. Sampai saat ini masih tetap bersama dan jalin komunikasi dengan semua pimpinan partai,” tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita