Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Debu Berhamburan Mengotori Lingkungan, Warga Keluhkan Pabrik Sabut Kelapa di Cupel, Negara

Muhammad Basir • Selasa, 3 September 2024 | 19:05 WIB
BIKIN KOTOR DAN TIDAK NYAMAN: Debu sabut kelapa yang masuk hingga pemukiman warga Desa Cupel. (foto:Istimewa)
BIKIN KOTOR DAN TIDAK NYAMAN: Debu sabut kelapa yang masuk hingga pemukiman warga Desa Cupel. (foto:Istimewa)

 

NEGARA, Radar Bali.id - Warga Banjar Mandar, Desa Cupel, Kecamatan Negara, mengeluhkan debu yang diduga berasal dari pabrik pengolahan sabut kelapa yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.

Keluhan warga terbuat, sudah ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah desa sudah memanggil pihak penanggungjawab pabrik untuk mediasi dengan warga.

Warga terganggu dengan debu yang diduga berasal dari pabrik pengolahan pabrik. Warga menduga berasal dari pabrik, karena debu yang masuk hingga pemukiman warga berwana coklat seperti sabut kelapa.

Perbekel Desa Cupel Usman mengatakan, keluhan warga tersebut sudah disampaikan kepada warga. Debu dipastikan berasal dari pabrik pengolahan sabut kelapa, karena dari keterangan pihak pengelola ada penambahan produksi, sehingga saat proses pengeringan di bawah matahari terbang dibawa angin.

Kondisi diperparah karena angin kencang yang membuat debu dari sabut kelapa yang dijemur terbang hingga pemukiman warga. “Ditambah belakangan ini angin cukup kencang dan mengarah ke rumah warga,” ujarnya.

Pada saat pertemuan untuk mediasi dengan warga,  pihak pengelola pabrik sudah bersedia menindaklanjuti keluhan warga dengan menangani limbah dari produksi sabut kelapa dengan menutup sekeliling dengan jaringan atau paranet untuk meminimalisir debu sabut kelapa tersebar ke lingkungan. ”Pabrik bersedia mengurangi produksi beberapa saat untuk meminimalisir penambahan debu sebelum dilaksanakan penanganan,” ujarnya.

Pihak pabrik juga bersepakat untuk menangani masalah tersebut dalam waktu satu bulan. Apabila dalam sebulan limbah debu tidak teratasi, bersedia untuk sementara tidak beroperasi. [*]

Editor : Hari Puspita
#sabut kelapa #pabrik #jembrana #polusi