NEGARA, Radar Bali.id - Meskipun pengerjaannya molor dari tenggat, juga lantainya sudah rusak duluan, Pasar Umum Negara yang sudah dibangun dengan bangunan baru, diperkirakan bisa dipakai hingga 50 tahun.
Pasar yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat Rp 100 miliar lebih, dibangun dengan arsitektur modern agar selalu mengikuti perkembangan zaman.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan bahwa pembangunan Pasar Umum Negara merupakan kebutuhan yang mendesak karena kondisi bangunan pasar sebelumnya sudah banyak yang mengalami kerusakan di beberapa titik.
Dengan kondisi keuangan pemerintah kabupaten Jembrana yang tidak mampu membangun pasar, Presiden Joko Widodo memberikan bantuan berupa anggaran untuk revitalisasi pasar.
Menurut bupati, awalnya sebelum menentukan keputusan untuk membangun pasar dalam posisi dilematis. Jika tidak segera dibangun, maka bangunan pasar semakin parah dan rawan rusak secara tiba - tiba.
Tetapi apabila anggaran pembangunan tidak diambil, akan sulit mendapat kesempatan lagi.
”Kalau dibangun, maka pedagang akan direlokasi dengan segala risikonya,” ungkapnya, saat pawai budaya dalam rangka HUT Kota Negara.
Akhirnya bangunan pasar tradisional terbesar di Jembrana ini dibangun dan sudah selesai. Rencananya pasar yang nantinya bisa bertahan hingga 50 tahun ini, akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 21 September mendatang.
Undangan Bupati Jembrana kepada Presiden Joko Widodo, sudah direspon dengan adanya tim advance kepresidenan yang akan datang ke Jembrana untuk melakukan monitoring dan kesiapan tempat menyambut presiden. [*]
Editor : Hari Puspita