Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Musim Hujan, Rumah Terbakar, Pemilik Nyaris Terpanggang

Muhammad Basir • Senin, 16 Desember 2024 | 18:25 WIB
PADAMKAN API: Petugas kebakaran memadamkan api yang melalap rumah di Desa Yehembang, Mendoyo. (foto:damkar jembrana)
PADAMKAN API: Petugas kebakaran memadamkan api yang melalap rumah di Desa Yehembang, Mendoyo. (foto:damkar jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Rumah warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, ludes terbakar, Minggu (15/12/2024). Beruntung, pemilik rumah, Sayu Kade Pondri, 80, yang saat itu tidur di kamar segera dibangunkan sehingga bisa diselamatkan dari kebakaran.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Dewa Gede Artana menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.45 Wita.

Diketahui seorang tukang bangunan, I Ketut Suartawan, 55, saat istrahat mendengar suara seperti barang jatuh cukup keras dari sebelah selatan rumah tempatnya kerja. ”Saat dilihat sumber suara, saksi melihat kobaran api,” ujarnya.

Saksi kemudian memberitahu warga dan tuan rumah tempatnya bekerja. Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Anak kandung korban, I Gusti Kade Kembar Subagiarta, 65, membangunkan ibunya yang sedang tidur. ”Korban ditarik oleh anaknya untuk keluar dari kamar,” ungkapnya.

Petugas pemadam kebakaran datang membawa empat armada memadamkan api. Setelah 90 menit berjibaku memadamkan api, akhirnya api berhasil dijinakkan.

Kebakaran yang di diduga berasal dari korsleting listrik ini membakar seluruh rumah dengan luas 6x9 dengan empat kamar.

Sejumlah barang berharga, berupa sertifikat, televisi 2 Unit, 6 kasur, lemari 3 unit, sofa dan perabotan terbakar. Serta uang sebesar Rp 15 juta juga terbakar.

 ”Kebakaran diperkirakan sekitar Rp 350 juta,,” ujar Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana Kade Bagus Darmawan.

Berdasarkan hasil penyelidikan tim Inafis Polres Jembrana, titik api diduga berasal dari kamar sisi utara yang bersumber dari meteran listrik instalasi lama.

Kobaran api kemudian merembet melalui plafon rumah yang terbuat dari anyaman bambu, sehingga membakar seluruh bangunan rumah beserta isinya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#kebakaran