NEGARA, Radar Bali.id - Kebakaran di Jembrana dalam kurun waktu tertentu empat bulan terakhir sebanyak 21 kasus. Kebakaran didominasi bangunan dengan kerugian ratusan juta rupiah.
Pada musim kemarau, warga diimbau untuk lebih waspada karena potensi kebakaran terjadi cukup tinggi, terutama kebakaran lahan.
Data yang dihimpun, sebanyak 21 kejadian kebakaran selama empat bulan terakhir, Januari - April terdiri dari bulan Januari empat kejadian, Februari 7 kejadian, Maret 6 kejadian dan April 4 kejadian. Kebakaran yang terjadi, didominasi bangunan, kemudian fasilitas umum dan kendaraan.
”Sebagian besar kami tangani. Namun ada juga sebagian yang ditangani oleh masyarakat seperti dengan menggunakan alat seadanya serta ada yang menggunakan APAR," ujar Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana I Kadek Rita Budhi Atmaja.
Pihaknya mengimbau masyarakat juga untuk tetap waspada dengan potensi terjadinya kebakaran. Terutama yang disebabkan bahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti dupa saat sembahyang jika sudah selesai sembahyang di rumah agar tidak ditinggalkan begitu saja.
”Sebaiknya, pastikan api dupa di rumah agar tidak menyala saat ditinggalkan dalam keadaan kosong,” tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat waspada pada musim kemarau yang dimulai bulan Mei ini.
Musim kemarau yang disertai angin kencang berpotensi tinggi menimbulkan kebakaran, terutama pada lahan kering. Mengantisipasi kebakaran lahan, masyarakat diimbau tidak sembarangan membakar sampah atau membuang puntung rokok. [*]
Editor : Hari Puspita