Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Pengolahan Sampah di TPA Peh Desa Kaliakah Macet, Mesin RDF Milik PT WGS Terbengkalai, Begini Kata Pemkab Jembrana

Tim Redaksi • Senin, 12 Mei 2025 | 22:28 WIB
TERANCAM MANGKRAK: Mesin pengolah sampah menjadi RDF bantuan PT Wisesa Global Solusindo di TPA Peh Kaliakah Jembrana dilaporkan tak beroperasi secara optimal
TERANCAM MANGKRAK: Mesin pengolah sampah menjadi RDF bantuan PT Wisesa Global Solusindo di TPA Peh Kaliakah Jembrana dilaporkan tak beroperasi secara optimal

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Di era kepemimpinan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Pemkab Jembrana tercatat mendapatkan hibah mesin pengolah sampah menjadi RDF (refused derived fuel) dari PT Wisesa Global Solusindo.

Mesin tersebut ditempatkan dan dioperasikan untuk mengolah dan mengelola sampah di TPA Peh Desa Kaliakah Jembrana.

Operasional dilakukan mulai Juli 2024. Proyeksinya baik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dan multilayer diolah menjadi RDF.

Dalam banyak referensik, RDF ini dikenal sebagai hasil pemisahan sampah yang dikeringkan kadar airnya sebagai alternatif sumber energi penggunaannya oleh industri.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leh berlokasi di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kala itu, Bupati Jembrana Nengah Tamba menerima langsung kedatangan mesin itu di TPA Peh. 

"Hari ini kedatangan mesin ini saya merasa bahagia, ini ada masa waktu yang akan kita uji coba dulu apakah sudah sesuai ekspektasi," kata Tamba saat itu Senin (3/6/2024).

Setelah uji coba beberapa bulan, mesin RDF bantuan PT Wisesa Global Solusindo dilaporkan tersendat-sendat operasional dan nyaris terbengkalai hingga kini.  

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana  Dewa Gede Ary Candra Wisnawa saat dihubungi mengatakan akan menghubungi setelah beberapa hari ke depan.

“Izin, Rabu (14/5/2025) saya telepon ya,” tulisnya melalui pesan singkat whatsapp, Senin (12/05/2025).

 Baca Juga: Pendaftaran SPMB SMA/SMK Bali 2025 Dibuka 30 Juni, Ini Syarat dan Ketentuan Jalur Domisili dan Jalur Prestasi

Namun sebelumnya ia mengatakan, untuk kerjasama pengolahan sampah menjadi RDF dengan PT Wisesa Global Solusindo masih berlanjut.  

“Saat ini proses pengolahan break dulu, karena kami sedang persiapan pembangunan hanggar dan persiapan penambahan mesin pendukung untuk optimalisasi pengolahan RDf,” kata Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, 2 April 2025.

Beberapa warga Desa Kaliakah yang enggan namanya di  mediakan menyebutkan, mesin RDF bantuan PT Wisesa Global Solusindo mulai beroperasi di TPA Peh sejak Juli 2024 sebulan setelah kedatangan mesin RDF diterima Bupati Nengah Tamba di TPA setempat.

 Baca Juga: PANAS! Natasya Wilona dan Fuji Saling Sindir di Media Sosial Gara-gara Verrel Bramasta hingga Singgung Beda Agama!

“Mesin itu beroperasi di tumpukan sampah yang zona aktif. Setelah mesin beroperasionl sempat mengirim RDF satu truk ke Pabrik Semen Gresik.  Maaf saya lupa berapa ton, karena datanya ada di kantor. Intinya sudah pernah kirim satu truk RDF ke Semen. Waktu itu pelepasan oleh pak Bupati Tamba,” katanya saat dihubungi, Senin (12/05/2025).

Setelah pengiriman pertama, mesin masih tetap beroperasi dan hasil RDF-nya masih menumpuk di TPST karena belum terkirim.

“Apa mungkin belum capai target sehingga belum dikirim dan masih menumpuk, saya tak paham. Silakan menghubungi pak kadisnya,” katanya sembari mengingatkan tak ditulis nama dan identitasnya. 

 Baca Juga: Kirim 28 Ton RDF ke Off Taker, Bupati Satria Minta CTBL Tingkatkan Daya Serap Sampah, Siapkan Dukungan Anggaran

Mesinnya masih tetap beroperasi, namun tidak maksimal dan sering tersendat sendat. Karena setelah diayak,  organiknya keluar lalu diambil plastiknya saja.

“Karena tidak sebanding keluaran dari mesin pemecah dan pres. Nanti ada bantuan dari BKK provinsi. tersendat dan tidak keluar masksimal

Sekedar diketahui, kondisi mesin RDF di TPA Peh berbeda jauh dengan desain dan cara kerja mesin RDF di TOSS Center Karangdadi Klungkung.

 Baca Juga: Rizky Eks CJR Murka, Sindir Aldi yang Diduga Terlibat Penipuan pada Fans

Mesin RDF di TOSS Center rekayasa teknologi anak negeri, dari Sidoarjo yang secara konsisten dan berkelanjutan sejak 2023 sampai dengan saat ini.

Mesin RDF di TOSS Center Klungkung yang dikelola PT CTBL sampai saat ini sudah  mengolah sampah residu sebanyak  kurang lebih 143 ton dari total 1.809  ton yang masuk sejak Oktober 2023 sampai dengan April 2025.***

Editor : M.Ridwan
#pemkab jembrana #TPA Peh Kaliakah #mesin pengolah sampah #RDF