NEGARA, Radar Bali.id - Cuaca perairan Selat Bali mengalami cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terjadi, sehingga membahayakan penyeberangan lintas Ketapang - Gilimanuk. Terbaru, satu unit truk mengalami rusak parah setelah kapal diterjang gelombang tinggi.
Kondisi cuaca di Selat Bali kurang bersahabat, mulai dari sing hari hingga malam. Tejadi angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga menganggu lalu lintas penyeberangan.
Salah satu akibatnya, Kamis (22/5/2025), satu unit truk yang bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, ringsek bagian depan karena dihantam ombak yang masuk kapal hingga membuat kapal goyang cukup keras.
”Truk muatan kapal yang rusak bagian depan, truk yang bersandar di Pelabuhan Ketapang,”Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bali Aminudin Al Roniri mengatakan, saat ini dalam masa transisi dari musim hujan menuju kemarau. Sehingga asih sering terjadi hujan deras tiba-tiba disertai angin kencang. Gelombang di perairan Selat Bali juga berpotensi cukup tinggi. ”Pada musim peralihan ini, hujan, angin dan gelombang tinggi berpotensi terjadi,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama nelayan untuk selalu waspada. Ketika terjadi angin kencang, untuk tidak berangkat melaut atau menyediakan alat keselamatan diri untuk melaut.
”Masyarakat untuk lebih waspada, terhadap segala kemungkinan terjadi jika terjadi cuaca yang kurang bersahabat,” ujarnya.
Para pelaku pelayaran, stakeholder terkait juga diimbau untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan selama pelayaran. Pihaknya akan selaku menyampaikan informasi terbaru terkait dengan cuaca yang berpotensi terjadi di perairan, sehingga bisa menjadi dasar atau acuan sebelum dan saat melakukan pelayaran agar pelayaran aman dan selamat. [*]
Editor : Hari Puspita