NEGARA, Radar Bali.id – Virus yang satu ini memang sangat menakutkan bagi peternak kambing dan sapi. Dinas Pertanian dan Pangan pun mempercepat pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Langkah ini diambil guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang dapat menyerang hewan ternak, terutama sapi dan kerbau.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengatakan, sejak awal tahun lalu, tim medis veteriner bersama penyuluh pertanian turun langsung ke desa-desa, menyasar kandang milik peternak. Vaksinasi dilakukan secara door to door untuk memastikan semua hewan rentan mendapat perlindungan.
Pihaknya menargetkan seluruh populasi ternak rentan PMK di Jembrana mendapat vaksin. Percepatan vaksinasi ini penting karena PMK mudah menular melalui udara, kontak langsung antar hewan, hingga peralatan kandang yang terkontaminasi.
“Kalau sampai menyerang hewan ternak, menyebabkan kerugiannya besar bagi peternak,” tegasnya.
Berdasarkan data, dari total estimasi populasi sapi sebanyak 3.700 ekor disasar suntikan vaksin. Setiap ekor sapi sudah mendapatkan suntikan vaksin, bahan sudah ada yang mendapat suntikan vaksin berulang.
Selain vaksinasi, petugas juga mengedukasi peternak tentang pentingnya menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar masuk hewan dari daerah lain, serta segera melapor jika ternak menunjukkan gejala seperti lepuh di mulut atau kaki.
Sejak kasus PMK pertama kali muncul di Bali pada 2022, Jembrana berhasil menekan penyebarannya berkat vaksinasi berkala dan pengawasan ketat lalu lintas ternak.
Pemerintah daerah berharap, langkah ini dapat mempertahankan status daerah bebas PMK sehingga populasi sapi terjaga dan harga jual sapi tetap stabil.[*]
Editor : Hari Puspita