NEGARA, RadarBali.id – Akses jalan utama warga Banjar Pangkung Medahan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, dilaporkan rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat sejak sebulan terakhir.
Kerusakan terparah terjadi setelah gorong-gorong jalan amblas akibat banjir bulan lalu, diperparah oleh hujan deras pada Sabtu (11/10/2025).
Kondisi ini memaksa warga setempat harus memutar melalui akses Desa Medewi yang jarak tempuhnya lebih jauh.
"Kami berharap perbaikan secepatnya, karena ini adalah akses jalan utama warga," kata salah seorang warga, menyampaikan kekhawatiran mereka jalan akan jebol total.
Kerusakan Berulang dan Upaya Warga
Kerusakan pada akses jalan kabupaten di Banjar Pangkung Medahan ini sejatinya sudah mulai terlihat sejak Desember 2024, di mana pondasi di pinggir jalan samping gorong-gorong mulai jebol.
Lantaran tidak kunjung diperbaiki, kerusakan semakin parah saat terjadi hujan deras pada September lalu. Hampir separuh badan jalan jebol. Warga sempat bergotong royong memperbaiki secara swadaya dengan menambah balok kayu di atas gorong-gorong agar masih bisa dilalui.
Namun, hujan deras yang mengguyur pada Sabtu (11/10/2025) membuat kerusakan semakin tak tertanggulangi, mengakibatkan akses tersebut kini lumpuh total untuk kendaraan besar.
PU Jembrana Anggarkan Rp400 Juta dari BTT
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sony Indrawan, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Ia memastikan pihaknya telah melakukan perencanaan untuk perbaikan jalan tersebut.
"Sudah kami rencanakan perbaikan," tegas Gede Sony.
Perbaikan akses jalan ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada pekan depan. Dinas PUPRPKP Jembrana akan menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp400 juta untuk proyek ini.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki total gorong-gorong yang amblas dengan menggantinya menggunakan plat duiker sepanjang 5 meter.
Penggantian struktur gorong-gorong dengan plat duiker diharapkan bisa menjadikan pondasi jalan lebih kokoh, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan aktivitas warga dapat kembali normal.[*]
Editor : Hari Puspita