Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berisiko Bencana, Penebangan Pohon Perindang di Jalur Denpasar–Gilimanuk Mendesak, Sedimentasi Sungai Ancam Permukiman

Muhammad Basir • Rabu, 12 November 2025 | 13:35 WIB
BERISIKO TUMBANG: Penebangan pohon perindang jalan mati di Jalan Denpasar – Gilimanuk. (m.basir)
BERISIKO TUMBANG: Penebangan pohon perindang jalan mati di Jalan Denpasar – Gilimanuk. (m.basir)

 

JEMBRANA, Radar Bali.id – Dalam upaya mitigasi menghadapi potensi bencana di musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama instansi terkait mengambil langkah proaktif .

Antara lain memangkas dan menebang pohon perindang di sejumlah ruas jalan utama. Langkah ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban akibat pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan fokus utama penebangan adalah pohon-pohon yang mati atau terlalu rimbun, terutama di jalur padat seperti Jalan Denpasar–Gilimanuk, karena dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.

“Banyak pohon yang membahayakan karena mati dan rimbun. Potensi pohon tumbang semakin tinggi pada musim hujan, sehingga perlu ditebang sebelum tumbang dan memakan korban,” jelas Agus Artana, Selasa (11/11/2025).

Pendangkalan Sungai Ancam Banjir Pemukiman

Selain risiko pohon tumbang, BPBD Jembrana juga menyoroti ancaman banjir yang mengintai permukiman di bantaran sungai.

Dari kegiatan asesmen yang dilakukan tim, ditemukan kondisi kritis pada sejumlah daerah aliran sungai, salah satunya Sungai Ijo Gading di belakang Polres Jembrana. Hasil asesmen menunjukkan sungai tersebut telah mengalami pendangkalan akut akibat sedimentasi dan penyempitan.

“Kondisi ini menyebabkan air sungai sering meluap saat debit air meningkat, hingga membanjiri area sekitar,” ujarnya.

Normalisasi Sungai Sangat Mendesak

Untuk mengantisipasi banjir, tim asesmen BPBD merekomendasikan perlunya segera dilakukan normalisasi sungai. Lokasi yang diusulkan antara lain:

Melalui langkah-langkah penanganan dan mitigasi ini, diharapkan risiko banjir dapat dikurangi secara signifikan dan kelancaran aliran Sungai Ijo Gading dapat terjaga, sehingga keselamatan masyarakat di permukiman bantaran sungai terjamin.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #pendangkalan sungai #pancaroba #perompesan pohon #penebangan pohon