JEMBRANA, Radar Bali.id - Akses 18 Kepala Keluarga (KK) di Desa Yehembang Kangin hingga saat ini masih terisolir karena jembatan gantung penghubung yang putus total akibat banjir bandang pada 4 November 2021, belum juga diperbaiki atau diganti.
Perbekel Desa Yehembang Kangin, I Gede Suardika, menyatakan bahwa jembatan gantung yang putus empat tahun lalu itu sudah sering diusulkan untuk segera dibangun kembali, namun hingga kini belum ada realisasi.
Selama ini, warga di seberang sungai harus menyeberangi sungai secara langsung untuk beraktivitas. Akibatnya, saat terjadi hujan deras dan air sungai naik, 18 KK tersebut menjadi terisolasi total.
Harapan warga saat ini adalah agar jembatan pengganti yang akan dibangun bukan lagi jembatan gantung, melainkan jembatan permanen.
"Warga usulkan diganti jembatan permanen agar bisa dilintasi mobil, untuk akses membawa hasil pertanian," jelas Suardika.
Pihak desa, bersama dengan Dandim 1617 Jembrana dan Ketua DPRD Jembrana, sudah melakukan survei lokasi untuk mengusulkan pembangunan jembatan baru bisa dilakukan secepatnya.[*]
Editor : Hari Puspita