Riuh rendah suara doa dan lambaian tangan ribuan warga mewarnai pelepasan 90 calon jemaah haji Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (8/5/ 2026). Di antara mereka, ada beragam cerita liku-likunya.
APA yang dilakukan memang sudah mandarah daging. Karena dilakukan sejak bertahun-tahun silam.
Tradisi Ninjo Haji (mengantar haji) kembali membuktikan betapa kuatnya ikatan spiritual masyarakat Jembrana, di mana warga memadati jalanan hingga ke Pelabuhan Gilimanuk demi mengantar tamu Allah tersebut.
Baca Juga: Dari Denpasar, 261 Jemaah Haji Resmi Diberangkatkan
Di balik kemeriahan itu, terselip kisah kesabaran. Para jemaah yang berangkat tahun ini adalah mereka yang telah menanti sejak 2014. Namun, masa tunggu ke depan diprediksi kian panjang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jembrana, Muslihin, menyebutkan bahwa dengan kuota saat ini, pendaftar baru harus bersabar hingga 26 tahun untuk bisa menginjakkan kaki di tanah suci.
Momen haru juga menyelimuti Sa’dan,84, jemaah tertua asal Melaya. Meski harus berangkat sendiri karena sang istri batal akibat kondisi kesehatan, semangatnya tak luntur.
Di sisi lain, Junda Fajlurrahman ,27, hadir sebagai representasi generasi muda dalam rombongan Kloter 70 yang kini telah tiba di Surabaya dan siap terbang menuju Arab Saudi pada Minggu (10/5/2026).[*]
Editor : Hari Puspita