Berdasarkan pantauan Senin kemarin (27/2), terlihat sejumlah retakan muncul pada bangunan tribun yang menelan anggaran senilai Rp 13 miliar tersebut.
Pada bagian sudut tembok disisi utara bangunan tribun, jelas terlihat ada retakan yang muncul. Bahkan pada sisi selatan, retakan cukup jelas juga terlihat pada tembok bagian atas dinding tribun. Selain itu retakan juga terlihat di beberapa titik tempat duduk penonton.
Pada bagian depan tribun, pola-pola yang terbuat dari bahan aluminum komposit juga terlihat kurang rapi. Bahkan, pada beberapa bagian terlihat renggang. Parahnya tepat di depan pintu masuk sebelah kiri terlihat ada bagian aliminium komposit yang nyaris terlepas dan terlihat ada semacam lakban yang digunakan untuk merekatkan bagian yang terlepas.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Karangasem, I Gusti Made Arta Wijaya seizin Kadisdikpora saat dikonfirmasi terkait kondisi bangunan tribun tersebut membenarkan bahwa ada beberapa retakan yang terjadi pada beberapa titik. “Itu masih tahap pemeliharaan. Makanya kami sudah koordinasikan dengan kontraktor untuk dilakukan perbaikan,” tuturnya Senin (27/2).
Lebih lanjut Arta mengatakan, retakan-retakan yang timbul itu secara prinsip bukan menjadi bagian struktural. “Itu hanya bagian acian dan plesteran tahap pengerjaan waktu itu,” katanya.
Pihaknya beralasan, ada beberapa faktor juga yang menjadi penyebab timbulnya retakan pada bangunan. Saat tahap pembangunan tribun, Karangasem didera gempa bumi beberapa kali. “Karena faktor cuaca juga. Kan sering turun hujan, angin juga kencang kadang juga panas,” imbuhnya.
Pihaknya pun berjanji akan memastikan kontraktor memperbaiki beberapa bagian retak dan kerusakan pada bagian lainnya. “Semoga bisa minggu depan cuaca mendukung. Karena percuma juga kalau diperbaiki saat hujan. Dikhawatirkan kembali seperti itu. Proses perbaikan juga dilakukan agar tidak menggaggu aktivitas masyarakat,” tandasnya. (zul) Editor : Donny Tabelak