Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Musibah Pendaki Gunung Agung Terjadi Beruntun, Sekarang Syarat Mendaki Lewat Pengubengan Wajib Pakai Pemandu

Zulfika Rahman • Jumat, 10 Januari 2025 | 18:00 WIB
PERLU CEGAH MUSIBAH : Pintu gerbang jalur pendakian ke Gunung Agung, melalui Pengubengan, Besakih diwajibkan memakai pemandu lokal. (istimewa)
PERLU CEGAH MUSIBAH : Pintu gerbang jalur pendakian ke Gunung Agung, melalui Pengubengan, Besakih diwajibkan memakai pemandu lokal. (istimewa)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Banyaknya kejadian pendaki di Gunung Agung yang tersesat bahkan hingga mengakibatkan kehilangan nyawa, pendaki yang akan melakukan aktivitas pendakian melalui jalur Pengubengan diwajibkan memakai pemandu lokal.


Didampingi  Ketua Koordinator Jalur Pengubengan I Ketut Widarta, salah satu jajaran pengurus I Komang Ada mengatakan, aturan mewajibkan pendaki yang akan naik melalui jalur Pengubengan tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan beberapa pihak.

 Ini lantaran seringnya kejadian pendaki di Gunung Agung yang berangkat tanpa pengawalan pemandu berakhir tersesat bahkan meninggal dunia. ”Ini untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Kami wajibkan untuk menggunakan pemandu lokal jika ingin mendaki melalui jalur Pengubengan,” kata Komang Ada, Kamis (9/1/2025).

Aturan untuk mewajibkan memakai pemandu lokal tersebut berlaku semenjak ada dua remaja yang tersesat di Gunung Agung beberapa waktu yang lalu.

Untuk wisatawan yang ingin melakukan pendakian kata dia, jika akan camping dikenakan biaya Rp 800 ribu sedangkan bagi yang ingin tektok atau naik langsung turun dikenakan biaya Rp 700 ribu.

”Biaya tersebut untuk 1 sampai 10 orang wisatawan dan satu orang pemandu lokal maksimal hanya boleh mengantar 10 orang saja,” tuturnya.

Komang Ada menambahkan, pihaknya juga mengaku, sebenarnya aturan tersebut sudah ada sejak lama dengan biaya yang sama.

Namun sifatnya tidak wajib dengan risiko ditanggung sendiri. ”Kalau sekarang diharuskan. Kalau tidak, kami minta untuk mencari jalur lain,” ucap Ada.

Untuk memastikan pendaki yang akan menaiki Gunung Agung melalui jalur Pengubengan terpantau, pihaknya akan selalu menyiagakan petugas secara bergantian selama 24 jam. ”Kami berharap aturan seperti ini bisa diberlakukan untuk semua jalur. Ini demi keamanan,” sebutnya. [*]


Editor : Hari Puspita
#gunung agung #pendakian #karangasem