AMLAPURA, Radar Bali.id - Empat pasar tradisional di Kabupaten Karangasem hingga kini belum memberi sumbangsih pendapatan ke Pemkab Karangasem. Kondisi ini lantaran hingga saat ini, empat pasar tradisional belum bisa menghasilkan pendapatan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Karangasem, I Gede Loka Santika, mengatakan, empat pasar tradisional yang belum menghasilkan yakni Pasar Manggis, Yadnya, Pempatan, dan Pasar Hewan Pempatan, Rendang.
”Untuk Pasar Yadnya asetnya sudah dikembalikan ke Provinsi Bali tahun 2023 lalu. Jadi pasar yang masih dikelola Pemda Karangasem dan belum memberi penghasilan ada tiga pasar,” kata Gede Loka Santika, Rabu (26/2/2025).
Pejabat asal Kecamatan Kubu itu menambahkan, pemerintah daerah berupaya maksimal untuk menghidupkan tiga pasar tradisional tersebut. Tapi usahanya sia-sia.
”Pedagang dan pembeli tetap enggan jualan maupun berkunjung ke pasar tersebut,” ungkapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Karangasem agar pasar bisa beroperasi. Seperti mengadakan pasar malam, dan mendatangkan permainan. ”Tetapi tetap sepi. Tidak ada pedagang yang mau jualan dilokasi,” imbuhnya.
Untuk sementara tiga pasar dibiarkan mangkrak. Kondisi bangunannya rusak, dan ditumbuhi semak serta rerumputan. ”Sementara dibiarkan sambil mencari solusi untuk bisa hidupkan pasar,” ucapnya.
Untuk diketahui, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Karangasem mengelola sebanyak 18 pasar. Tersebar di 8 Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Karangasem, Kubu, Selat, Abang dan lainnya.
Target pendapatan dari sektor pasar mengalami peningkatan dibandingkan 2024 lalu. Target retribusi pelayanan pasar pelataran sebesar Rp 515 juta lebih, retribusi pelayanan pasar los Rp 2 milliar lebih, dan target retribusi pasar kios mencapai Rp 1,3 miliar lebih. [*]