MANGGIS, RadarBali.id – Situasi di tiga desa Kecamatan Manggis—Gegelang, Antiga, dan Antiga Kelod—mulai berangsur membaik pasca-dilanda banjir bandang. Air yang sempat merendam ratusan rumah warga kini sudah surut. Meski demikian, ancaman banjir susulan masih menjadi kekhawatiran serius.
Camat Manggis, I Putu Eka Tirtana, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan mendalam terhadap warga terdampak dan estimasi kerugian.
"Kami masih menghitung jumlah warga kami yang terdampak. Termasuk estimasi kerugian," kata I Putu Eka Tirtana, Minggu (14/12/2025).
Eka memperkirakan, lebih dari seratus unit rumah terdampak banjir. Total ada 12 banjar di seluruh kecamatan Manggis yang mengalami bencana, termasuk longsor di Ulakan, selain tiga desa yang dilanda banjir.
Normalisasi Sungai Betel Mendesak
Ancaman banjir diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan, sejalan dengan prediksi BMKG bahwa kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 18 Desember.
Eka Tirtana menyebutkan bahwa solusi jangka panjang yang mendesak adalah normalisasi Sungai Betel, yang alirannya meluap dan menyebabkan banjir bandang.
"Hampir semua pemukiman yang dilewati aliran sungai Betel itu terdampak," terangnya.
Saat ini, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Manggis, Polsek, dan Koramil telah berkoordinasi dengan tingkat banjar dan desa untuk mengantisipasi bencana susulan. Eka mengimbau warga tetap siaga, segera berpindah ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan lebat, dan mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Untuk penanganan pasca-bencana, tim reaksi cepat (TRC) Manggis disiagakan 24 jam. Rencana gotong royong pembersihan akan dilakukan pada hari ini, Senin (15/12/2025), menyusul rampungnya upacara adat pada akhir pekan.[*]
Editor : Hari Puspita