AMLAPURA, Radar Bali.id – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem pada Senin (27/4/2026) menyisakan dampak serius bagi warga Desa Bhuana Giri, khususnya di Banjar Butus, Kecamatan Bebandem. Akses jalan utama sepanjang dua kilometer rusak parah tergerus luapan air, hingga sempat memutus jalur transportasi.
Kepala Wilayah Banjar Dinas Butus, I Gede Ngurah Sudarma, menggambarkan kengerian saat hujan melanda. "Jalanan berubah seperti sungai. Airnya sangat deras, aspal tergerus hingga menyisakan batu-batu besar dan kerikil. Masyarakat tidak ada yang berani melintas," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Kelumpuhan akses ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi. Sekitar 10 truk pengangkut material galian C terpaksa berhenti total karena kondisi jalan yang membahayakan. Padahal, jalan ini merupakan nadi utama bagi warga di lima banjar sekitar.
Meski Dinas Pekerjaan Umum Karangasem telah menurunkan alat berat untuk penanganan darurat, warga masih dihantui rasa khawatir. Sudarma menyebut bahwa kondisi ini selalu terulang meski hanya diguyur hujan ringan karena ketiadaan drainase yang memadai.
"Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen dan membangun got. Kalau tidak, setiap kali hujan, jalan ini akan terus hancur," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita