Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bahaya Cacingan Mengancam, Dinas Kesehatan Provinsi Bali Bagikan Obat Masal

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:34 WIB

 

TUMBUH SEHAT: Dinas Kesehatan Provinsi Bali membagikan obat cacing buat para balita agar tumbuh sehat
TUMBUH SEHAT: Dinas Kesehatan Provinsi Bali membagikan obat cacing buat para balita agar tumbuh sehat

DENPASAR, radarbali.jawapos.com -  Bahaya penyakit cacingan yang bisa mematikan jika dibiarkan dan tidak diobati. Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyediakan obat cacing yang diberikan secara massal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Provinsi Bali  I Gusti Ayu Raka Susanti merangkan, sasaran pemberian obat cacing untuk anak-anak usia  1-12 tahun  periode I tahun 2025 sebanyak 679.888 yang cakupannya 99 persen.

Pemberian obat tahun 2025 tidak sebanyak periode II tahun 2024 sebesar 680.370.” Jadi program kami memang lebih ke pemberian obat cacing masal pada anak-anak,” terang dr Raka saat dihubungi kemarin (25/8/2025).

 Baca Juga: Mantap! Tiga Serdadu Muda Ini Jalani Tugas Negara di Timnas U-23, Ini Road Map-nya

Berkaca dari kejadian balita usia 4 tahun asal Jawa Barat meninggal dunia dengan banyak cacing yang keluar, kata Raka cacingan berpotensi meninggal jika tidak segera diobati.

Sebab, cacing mengambil nutrisi dan migrasi  ke organ-organ di dalam tubuh si anak.”Bisa jadi mematikan bila tidak segera diobati, karena cacing mengambil nutrisi si anak dan bisa migrasi ke organ-organ di dalam tubuh si anak,” ucapnya.

Sayangnya, Diskes Bali belum memiliki survey terbaru  mengenai  kasus penderita cacingan di Bali. Terakhir tahun 2019  yang disurvei empat kabupaten.

Hasilnya  Karangasem  anak-anak SD 13, 11  persen, Balita 5,26 persen, bumil  8,59 persen; Bangli 8,1 persen; Tabanan 0,8 persen; Badung SD1,60 persen; Balita 0,38 persen; Bumil 2,92 persen.

Tahun 2018 di Buleleng sebesar 0,7 persen dan Gianyar SD 4,28 persen, balita 0,95 persen dan bumil 4,2 persen.”Tidak  setiap tahun kami melakukan survei. Dan tidak semua tempat,” jelasnya.

Raka menjelaskan, ciri-ciri cacingan  badan terasa lemas.   Mereka yang terkena cacingan  bisa terkena anemia, badan  kurus yang menyebabkan   gampang sakit karena  nutrsi diambil oleh cacingnya.”Jadi tumbuh kembang anak terganggu,”ungkapnya.***

Editor : M.Ridwan
#anak sehat #dinas kesehatan bali #obat cacing #bali