Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada Virus Nipah India: Gejala, Pencegahan, dan Imbauan Kemenkes untuk Warga Bali

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:12 WIB
Virus nipah yang mematikan ditularkan melalui liur dan urine kelelawar buah. Pastikan tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar dan minum nira mentah dari pohon kelapa atau aren.
Virus nipah yang mematikan ditularkan melalui liur dan urine kelelawar buah. Pastikan tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar dan minum nira mentah dari pohon kelapa atau aren.

RADAR BALI - Meningkatnya kembali kasus infeksi virus Nipah di India telah memicu respons cepat dari berbagai negara.

Thailand dan Nepal kini memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu internasional, sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kewaspadaan ini menjadi sangat relevan bagi warga Bali, mengingat hubungan pariwisata yang erat dengan India.

Berdasarkan data terkini, wisatawan asal India berkontribusi sekitar 8 persen dari total 7 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Mobilitas yang tinggi ini menjadikan pemahaman mengenai risiko dan pencegahan virus Nipah sebagai hal yang sangat krusial bagi masyarakat lokal maupun pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata.

Kondisi Terkini di India

Hingga akhir Januari 2026, India tengah menangani wabah terbaru yang berpusat di Benggala Barat (West Bengal). Tercatat sedikitnya 5 kasus positif di wilayah Barasat, dekat Kolkata.

Pasien suspect virus nipah merupakan tenaga kesehatan (dua perawat dan satu dokter), dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis. Otoritas setempat telah mengarantina sekitar 100 hingga 180 kontak erat untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Mengenal Virus Nipah dan Risikonya

Virus Nipah adalah penyakit zoonosis (ditularkan melalui hewan) serius yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga radang otak (ensefalitis).

Penyakit ini menjadi perhatian dunia karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 75%, serta belum adanya vaksin atau obat khusus yang tersedia.

Juru Bicara Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa virus ini menyebar melalui makanan yang terkontaminasi hewan pembawa, terutama kelelawar buah.

"Risiko penularan bisa terjadi dari konsumsi buah yang terkena air liur atau urine kelelawar. Kami minta masyarakat lebih teliti, jangan mengonsumsi buah yang tampak rusak atau bekas gigitan," ujar dr. Nadia.

Gejala dan Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai

Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila dalam 14 hari usai kepulangan dari India atau berkontak dengan suspect mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga tanda gangguan saraf seperti penurunan kesadaran atau kejang.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI Aji Muhawarman menekankan pentingnya mendeteksi faktor risiko sejak dini. Bagi individu yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, masyarakat yang sempat melakukan kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi seperti kelelawar atau babi diimbau untuk melakukan pemantauan gejala secara ketat.

Kewaspadaan mandiri juga diperlukan bagi mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi nira atau aren mentah, karena bahan tersebut berisiko terkontaminasi oleh hewan pembawa virus.

Langkah Pencegahan bagi Masyarakat Bali

Meskipun Kemenkes memastikan belum ada kasus konfirmasi virus Nipah di Indonesia, langkah antisipasi tetap dilakukan melalui sistem surveilans di pintu masuk negara. Bagi warga Bali, berikut langkah efektif yang bisa dilakukan:

Kebersihan Pangan: Cuci dan kupas buah hingga bersih. Hindari mengonsumsi buah yang tampak rusak atau bekas gigitan hewan.

Gaya Hidup Sehat: Rutin mencuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi, dan istirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.

Pelaporan Perjalanan: Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri wajib melapor melalui aplikasi All Indonesia untuk menjaring potensi gejala sejak dini.

Pemerintah terus memantau situasi global melalui kanal resmi dan laman infeksiemerging.kemkes.go.id guna memastikan langkah mitigasi yang cepat dan tepat.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Nira #covid #india #indonesia #bandara ngurah rai #nipah virus outbreak #kesehatan #buah #Pohon Aren #deteksi dini #Virus Nipah India #kemenkes #Mematikan #kementerian kesehatan #pandemi #bali #rumah sakit #turis india #virus nipah