AMLAPURA, Radar Bali.id – Belum tuntas rasa trauma akibat pandemi Covid-19, pelaku pariwisata di Kabupaten Karangasem kini kembali dihantui kecemasan.
Munculnya wabah Hantavirus di sejumlah negara mulai membayangi sektor pariwisata yang saat ini sedang merangkak bangkit.
Baca Juga: Wabah Hantavirus Tewaskan Tiga Penumpang Kapal Pesiar, Kementerian Kesehatan Waspada
Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, menyatakan bahwa para pelaku industri sangat mengkhawatirkan dampak negatif jika virus ini masuk ke Bali. Menurutnya, pariwisata adalah sektor yang sangat sensitif terhadap isu kesehatan dan keamanan global.
“Pariwisata baru saja mulai bangkit pasca-pandemi. Ditambah lagi pengaruh perang di Timur Tengah yang belum usai, sekarang muncul ancaman Hantavirus. Kami sangat waswas,” ujar Kariasa, Senin (11/5/2026).
Kariasa menegaskan, jika penyebaran Hantavirus tidak diantisipasi sejak dini, dikhawatirkan sektor pariwisata Bali bisa kembali lumpuh. Hal ini tentu akan berakibat fatal bagi roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Sebagai langkah preventif, PHRI mendorong pemerintah untuk memperketat skrining kesehatan di pintu-pintu masuk utama Pulau Dewata, baik melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai maupun pelabuhan-pelabuhan penyeberangan.
“Belajar dari pengalaman Covid-19, pemerintah harus lebih konsen dan maksimal dalam pencegahan. Peralatan deteksi dini harus disiapkan agar jangan sampai virus ini menyebar ke Bali,” tambahnya.
Meski ada kekhawatiran, Kariasa menyebutkan bahwa tren kunjungan wisatawan pada periode April-Mei ini menunjukkan peningkatan, yang didominasi oleh pelancong asal Eropa. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar momentum pemulihan ini tidak terganggu.[*]
Editor : Hari Puspita