Oleh: Santy Sastra
(Mindset Motivator & Hypnoterapist)
MENURUT ilmu pikiran, self talk bukan sekadar kata-kata. Itu adalah perintah langsung ke bawah sadar. Apa yang diulang, akan dijalankan.
Pikiran punya dua bagian. Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sadar hanya sepuluh persen, bawah sadar sembilan puluh persen.
Pikiran sadar bisa memilih. Bawah sadar tidak bisa menolak. Ia menerima semua yang sering diucapkan.
Jika setiap hari berkata aku sial, bawah sadar mencatat. Ia akan mencari bukti agar kata sial itu jadi benar.
Itulah kenapa orang yang sering mengeluh, hidupnya seolah tambah banyak keluhan. Bukan karena nasib, tapi karena program pikiran.
Ilmu pikiran menyebut ini self fulfilling prophecy. Ramalan yang jadi kenyataan karena kita sendiri yang meyakininya.
Self talk juga menggerakkan sistem saraf. Kata takut memicu adrenalin. Kata tenang memicu hormon relaks. Tubuh patuh pada kata.
Kata-kata yang penuh ancaman membuat pikiran masuk mode bertahan. Kreativitas mati. Fokus hanya pada bahaya.
Kata-kata yang aman dan jelas membuat pikiran masuk mode bertumbuh. Otak lebih jernih, ide lebih muncul.
Banyak orang mengira afirmasi harus heboh. Saya kaya raya, saya hebat. Padahal bawah sadar menolak jika terlalu jauh dari kenyataan.
Menurut ilmu pikiran, afirmasi yang efektif adalah yang bisa diterima. Contohnya saya sedang belajar menjadi lebih tenang.
Kalimat sedang itu lebih jujur. Bawah sadar tidak melawan. Ia mau membantu.
Aturan kedua gunakan kata kini. Bawah sadar hanya paham sekarang. Jangan nanti, jangan kemarin. Katakan hari ini.
Aturan ketiga sertai gambar. Saat berkata, bayangkan. Otak lebih paham gambar daripada kata. Lihat diri sendiri sedang berhasil.
Lakukan pengulangan di waktu alfa. Saat baru bangun dan mau tidur. Pada jam itu pintu bawah sadar lebih terbuka.
Self talk matters menurut ilmu pikiran karena pikiran tidak peduli benar atau salah. Ia hanya menjalankan apa yang paling sering kamu katakan padanya. (ss/han)
Editor : Rosihan Anwar