SEMARAPURA,radarbali.id - Pilu dan derai tangis dari Klungkung Bali, masih menetes. Jenazah Ni Made Sutarini, 55 korban mutilasi suaminya sendiri James Lodewyk Tomatala, 61 diaben di Malang, Jawa Timur, Rabu (3/1) sekitar pukul 08.00. Pengabenan itu dilangsungkan atas izin suami korban yang beragama Kristen.
Kerabat dari Made Sutarini, I Wayan Merta saat ditemui di kediamannya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung, Rabu (3/1/2024) mengungkapkan kakak dan adik kandung dari Sutarini, yakni Ni Wayan Suarini dan Komang Suardana telah berangkat ke Malang membawa tirta dari sanggah dan Pura Kawitan untuk prosesi pengabenan Sutarini. “Informasi tadi, pengabenan sudah dilakukan pukul 08.00,” ujarnya.
Dijelaskannya, Sutarini memeluk agama Kristen setelah menikah dengan Tomatala. Meski begitu, Sutarini masih sering terlihat melakukan persembahayangan secara Hindu, melukat. Bahkan Sutarini kerap mengingatkan kerabatnya agar jenazahnya diaben bila mana meninggal nanti.
“Sering bilang juga ke kerabat di Surabaya, kalau nanti meninggal agar minta tolong diaben,” katanya.
Oleh karena itu, jenazah Sutarini diaben. Anak-anak Sutarini juga dengan ikhlas meminta agar ibunya bisa diaben.
Sebelum jenazah Sutarini disepakati untuk diaben, Tomatala juga telah memberikan surat kuasa yang intinya memperbolehkan jenazah Sutarini diaben sesuai dengan upacara agama Hindu.
“Suaminya ini memberikan surat kuasa, kepada pihak keluarga kami untuk memproses upacara terhadap jenazah Sutarini secara Hindu,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan