Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dewan Klungkung Serap Aspirasi, Warga Banjar Kayehan Kini Miliki Jembatan, Tak Lagi Lalui Jalan Memutar Jauh dan Curam

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:57 WIB

Anggota DPRD Klungkung I Nengah Ary Priadnya saat pembuatan jembatan untuk warga Banjar Kayehan, Desa Dawan Kaler.
Anggota DPRD Klungkung I Nengah Ary Priadnya saat pembuatan jembatan untuk warga Banjar Kayehan, Desa Dawan Kaler.
 

SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com - warga Banjar Kayehan, Desa Dawan Kaler, kini telah memiliki akses jalan yang layak setelah sebuah jembatan berdiri memutus isolasi pemukiman yang selama ini terhambat oleh alur sungai yang dalam.

Realisasi infrastruktur ini merupakan hasil menyerap aspirasi masyarakat yang dilakukan anggota DPRD Klungkung, I Nengah Ary Priadnya saat menggelar reses di daerah pemilihan (dapil) akhir tahun 2024 lalu.

”Saat reses, warga mengusulkan jembatan. Kami amini dan tindaklanjuti karena ini akses vital. Sebelumnya, warga harus memutar jauh dengan medan jalan yang curam,” tutur Ary Priadnya, Senin (2/3).

Saat itu, menurut Ketua Komisi II DPRD Klungkung, perwakilan warga bernama Wayan Karsa hanya memohon jembatan sederhana yang bisa dilalui sepeda motor dengan lebar 1 meter.

Tetapi dari diskusi panjang bersama tokoh masyarakat, Klian Banjar, Kadus, serta dukungan dari komunitas Paiketan Pada Tresna, rencana tersebut berkembang pesat.

Jembatan yang awalnya direncanakan hanya selebar 1 meter itu berubah menjadi lebar 2,5 meter sehingga bisa dilalui mobil dengan panjang 27 meter dan kedalaman 8 meter. ”Estimasi Biaya atau RAB saat itu sekitar Rp160 juta,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan itu pun dimulai pada 25 Agustus 2025. Di mana seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan konsep ngayah atau kerja bakti tanpa upah. Sehingga menurutnya kegiatan ini merupakan bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat Bali.

Tidak hanya itu, material bangunan berasal dari swadaya murni Ary Priadnya bersama warga, serta mendapat dukungan dari Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra. Dan jembatan itu telah diresmikan pada 27 Februari 2026 lalu.

”Prosesnya cukup lama karena benar-benar dikerjakan dengan semangat gotong royong. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah andil. Ini bukti masyarakat mampu menyelesaikan masalah infrastruktur secara mandiri,” tandasnya. 

Editor : Rosihan Anwar
#infrastruktur jembatan #dprd klungkung