DENPASAR, radarbali.id - Harga beras yang tinggi di Bali dan susah didapat sehingga kinerja Bulog dikeluhkan. Hal itu disampaikan anggota DPR RI asal Bali Nyoman Parta mengamuk saat Komisi VI DPR RI rapat kerja dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang dihadiri juga oleh Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi di Jakarta Rabu (13/3/2024).
Parta menyorot Kepala Bulog Bali dihadapan Mendag dan Dirut Bulog yang katanya Kepala Bulog Bali susah diajak berkomunikasi. Parta berapa kali menghubungi Kepala Bulog.
Ia pun meminta apakah Kepala Bulog Bali bisa digeser?
"Kepala Bulog Bali susah sekali diajak bicara. Apa tidak bisa digeser dipindahkan dari Bali. Sempat saya bicara seperti itu,” cerca politisi PDI Perjuangan ini, dengan nada kesal.
“Urusan saya urusan rakyat, saya tidak mau telepon kepala Bulog minta proyek tapi bagaimana Rakyat Bali terlayani urusan berasnya. Bukan minta proyek diajak berkomunikasi susah bila perlu digeser dari Bali supaya tidak lama berkonflik dengan saya," kata legislator asal Gianyar ini.
Parta meminta Bulog bisa membeli harga gabah petani dengan harga yang bagus dan menjual beras ke masyarakat dengan harga terjangkau supaya bisa dibeli oleh masyarakat.
Ia meminta campur tangan pemerintah dengan memperbaiki tata kelola perdagangan sangat diperlukan.
"Ketika harga beras mahal kita ingin menurunkan harga gabah. Konyol sekali," tegasnya.
Dikonfirmasi dengan Kepala Bulog Kanwil Bali Sony Supriyadi menanggapi pernyataan Nyoman Parta diakui karena wewenang Bulog Provinsi Bali yang terbatas.
Pihaknya mengatakan hanya sebagai operator daerah bukan penentu kebijakan.
"Itu salah anu sajalah. Kami sudah berupaya untuk memenuhi kadang cuma anu komunikasi jalani dengan baik," ujarnya.
Ia mengatakan Sony sebagai Kepala Bulog sudah berupaya memenuhi dengan berdiskusi bersama tim.
Baca Juga: BBPOM Denpasar Lakukan Pengawasan Takjil di Dua Masjid di Denpasar: Semua Memenuhi Syarat
Selain itu mengenai persoalan pembelian gabah petani, diakuinya harga sesuai aturan harga pembelian pemerintah (HPP).
Bulog beli dari petani harga gabah Rp 6.300 kendati diakui harga di luaran itu standar Rp 7.000 hingga Rp 7.800.
"Kalau ada perintah pusat kami laksanakan (membeli gabah lokal sesuai permintaan petani,red).Sekarang sudah Rp 7.000 hingga Rp 7.800.
Tapi kalau ada perintah dari pusat kami akan laksanakan dengan skema apa asal ada petunjuk dari pusat kami laksanakan," terangnya.
Diakuinya sampai saat ini belum ada perintah dari Bulog Pusat untuk membeli harga gabah lokal sesuai harga petani.Sedangkan selama ini beras yang dijual oleh Bulog Bali adalah beras impor dari Thailand. Stoknya masih sekitar 7.000 ton.***
Editor : M.Ridwan