RADAR BALI - Arus mudik lebaran 2025 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Rabu (26/3) dini hari mengalami lonjakan cukup signifikan.
Pada Rabu pagi, ekor antrean kendaraan yang hendak masuk ke Pelabuhan Gilimanuk telah mencapai sekitar Monumen Operasi Lintas Laut Jawa di Hutan Cekik, sekitar 5 kilometer dari areal pelabuhan.
Selain peningkatan volume kendaraan, kepadatan antrean kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk adalah masih beroperasinya truk pengangkut logistik.
Padahal, truk dan kendaraan berat lain yang tidak mengangkut barang-barang krusial sudah dilarang melintas jalan-jalan nasional sejak Senin, 24 Maret 2025.
Untuk mengurangi kepadatan, petugas mengandangkan truk-truk di areal parkir jembatan timbang (UPPKB) Cekik.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengimbau pemudik yang hendak menyeberang ke Jawa memperkirakan waktu keberangkatan hingga sampai di Gilimanuk pada siang hari.
Alasannya, antrean penyeberangan lazim terjadi pada malam hingga dini hari. Sedangkan pada pagi hingga siang cenderung lebih lancar.
"Kalau tidak ingin antre panjang, berangkat saat arus kendaraan lancar masuk ke kapal. Dari pantauan kami hal itu terjadi pada siang hari," katanya.
Komandan Posal Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto mengimbau pemudik untuk tiba di Pelabuhan Gilimanuk pada siang hari, karena penyeberangan lebih padat pada malam hari.
”Malam lebih banyak. Mungkin berangkat setelah buka puasa. Kalau siang hari panas,” katanya.
Kendaraan pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan lebih padat menjelang penutupan operasional Pelabuhan Lintas Gilimanuk-Ketapang pada 29 Maret - 30 Maret 2025.
Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk Ryan Dewangga mengatakan, lonjakan arus mudik mulai Jumat lalu (21/3/2025).
Peningkatan arus mudik mencapai puncak diprediksi mulai Kamis (27/3/2025) besok, hingga Jumat (28/3/2025).
Agar tidak terjadi peningkatan dan penumpukan pada saat jelang penutupan operasional pelabuhan, pemudik diimbau untuk mudik lebih awal.
Pada Senin (24/3/2025), sebanyak 53.528 orang tercatat menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang.
Selain itu, 9.531 unit sepeda motor, 4.349 unit mobil kecil, 577 unit bus, dan 2.023 unit truk. Total kendaraan yang menyeberang selama 24 jam mencapai 16.480 unit. ***
Editor : Ibnu Yunianto