Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mahasiswa Universitas Udayana Di-DO karena Manipulasi Foto Asusila

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 1 Mei 2025 | 20:15 WIB
ilustrasi pornografi kalangan remaja- Jawa Pos.com
ilustrasi pornografi kalangan remaja- Jawa Pos.com

RADAR BALI - Kasus pelecehan seksual di lembaga pendidikan kembali terjadi.
Pelakunya kali ini adalah seorang mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud) Bali.

Mahasiswa bernama Sergio Lucasandro Ksatria Dwi Putra asal Jakarta tersebut terbukti melakukan pelecehan seksual dengan bantuan teknologi artificial intelligent di aplikasi Telegram.

Sergio mengedit sejumlah foto teman-teman kuliahnya dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan menjadi foto asusila.

Kasus tersebut bermula dari laporan mantan kekasih Sergio yang membocorkan tangkapan layar sejumlah foto bugil korban di ponsel Sergio.

Selain itu, terdapat laporan dari 35 mahasiswa FE Unud ke Ruang Aspirasi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Laporan tersebut ditindaklanjuti tim etik FE Unud dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Unud.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, Sergio terbukti mengambil foto dan rekaman visual para korban tanpa izin dan mengubahnya menjadi konten bernuansa pornografi.

Sebagian foto diambil dari akun Instagram para korban, sehingga tidak semua korban mengenal Sergio secara pribadi.

Meski jumlah pelapor hanya 35 orang, namun jumlah total korban diperkirakan mencapai lebih dari dua ratus orang.

Seluruh konten disimpan di ponsel khusus, lengkap dengan file yang menyebutkan nama lengkap korban.

Di ponsel tersebut juga terdapat kode batang QRIS yang menimbulkan kecurigaan telah terjadi transaksi penjualan foto-foto tersebut atau upaya pemerasan, meski hal tersebut telah dibantah oleh Sergio.

Pada awal pekan lalu, Dekan FE memutuskan pemberhentian sementara Sergio sembari menunggu keputusan rektorat.

Rektorat lantas menyelenggarakan sidang Dewan Etik Senat Universitas Udayana untuk mempertimbangkan sanksi sesuai tata tertib dan kode etik sivitas akademika.

Hasilnya, Dewan Etik Senat Universitas Udayana merekomendasikan pemberhentian tetap Sergio dari Unud.

Berbekal keputusan tersebut, Rektor Unud pada Rabu (29/4) resmi memberhentikan secara tetap (drop out) mahasiswa semester 6 tersebut karena pelanggaran berat berupa kekerasan seksual.

"Tindakan pelaku tidak mencerminkan karakter insan akademik yang unggul, mandiri, dan berbudaya sebagaimana tercantum dalam visi dan misi Universitas Udayana," kata Rektor Unud I Ketut Sudarsana dalam keterangan resminya.

Satgas PPKS Unud saat ini telah melakukan sejumlah upaya perlindungan pada para korban. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#radar bali #berita bali #drop out #pelecehan seksual #Universitas Udayana (UNUD) Bali #manipulasi foto #kejahatan seksual #jawa pos #Sergio #pornografi #deepfake #Artificial Inteligence (AI) #Satgas PPKS #universitas udayana #artificial intelegence #kejahatan seksual di lembaga pendidikan #bali #DO #kejahatan seksual digital