RADAR BALI - Tim SAR gabungan terus berupaya mencari 30 korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, meskipun pencarian dihadapkan pada tantangan gelombang tinggi.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, Basarnas menarik kapal-kapal SAR berukuran kecil. Basarnas berencana mengerahkan armada laut skala besar, termasuk CN 235 dan thermal drone, untuk menyisir area pencarian.
KMP Tunu Pratama Jaya, yang berlayar dari Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, tenggelam pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.35 WIB. Posisi terakhir kapal terlihat di perairan Selat Bali pada koordinat 8° 9'32.35"S 114°25'6.38.
Hingga Kamis (3/7) petang, dari total 65 penumpang dan awak kapal, 35 orang telah ditemukan. Sebanyak 6 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 29 lainnya berhasil diselamatkan.
Dari 29 korban selamat, 21 di antaranya telah diserahkan kepada keluarga mereka di Banyuwangi. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara langsung menyerahkan enam jenazah korban kepada pihak keluarga di Banyuwangi.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa gelombang tinggi di selatan Pulau Bali menjadi kendala utama dalam operasi SAR.
"Tim SAR gabungan harus tetap memperhatikan keselamatan tim melihat cuaca dan gelombang yang cukup tinggi di selatan Pulau Bali," ujarnya.
Mengingat prediksi BMKG mengenai gelombang tinggi di hari berikutnya, Nanang menambahkan bahwa kapal-kapal kecil akan ditarik terlebih dahulu, dan pencarian akan difokuskan menggunakan armada laut skala besar.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S., menambahkan bahwa pencarian akan diperkuat dengan bantuan alutsista dari berbagai potensi SAR, seperti LSTM KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, dan Heli dari Baharkam, serta bantuan dari pihak swasta.
Pada Kamis (3/7), tim SAR gabungan mengerahkan tim pencarian udara dan laut.
Untuk pencarian udara, heli rescue Dauphin HR 3606 milik Basarnas, CN 235 Maritime Patrol Aircraft P-8304 milik TNI AL, satu unit heli milik Baharkam Polri, dan Thermal Drone dikerahkan untuk menyisir perairan Selat Bali dari atas.
Sementara itu, sejumlah armada laut yang dikerahkan meliputi KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, RBB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Jembrana dan Buleleng.
Armada lain yang turut serta adalah KN 5200 dan KN 5209 KSOP Tanjung Wangi, Patkamla Lanal Banyuwangi, Kal Sembulungan, KMP Tunu Pratama Jaya 5888, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, TB Joyoboyo 1 Pelindo, RIB KN Chundamani, Speedboat Tagana, Speed Boat KPLP Gilimanuk, Speedboat Polair, dan Rubber Boat BPBD Banyuwangi.
Editor : Ibnu Yunianto