Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Info GTK: Kemendikdasmen Buka Program RPL untuk 12.500 Guru PAUD, Lulus S1 dalam 1 Tahun Tanpa Skripsi

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:32 WIB

AFIRMASI - Pemerintah membuka program beasiswa kuliah S1 untuk guru PAUD dan nonformal agar dapat memperoleh tunjangan profesi guru.
AFIRMASI - Pemerintah membuka program beasiswa kuliah S1 untuk guru PAUD dan nonformal agar dapat memperoleh tunjangan profesi guru.

RADAR BALI - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera meluncurkan program bantuan pemerintah bagi guru untuk menyelesaikan studi Strata 1 (S-1) atau Diploma 4 (D-4).

Program ini disiapkan khusus untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru nonformal, dengan kuota tahap pertama sebanyak 12.500 peserta.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, menyebutkan, Kebijakan ini merupakan realisasi janji Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengharuskan guru memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4.

“Tahun ini pemerintah memberikan insentif bagi 12.500 guru untuk menempuh pendidikan S-1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” kata Abdul Mu'ti.

Belajar Sambil Mengajar, Kuliah 1 Tahun Lewat RPL

Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen Suparto menjelaskan, program RPL memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja guru, sehingga beban Satuan Kredit Semester (SKS) dapat berkurang signifikan.

Jika biasanya beban SKS program S-1 mencapai 144 SKS, peserta RPL bisa mendapatkan pengurangan hingga 70% dari total tersebut.

Dengan begitu, mereka dapat menyelesaikan kuliah hanya dalam waktu dua semester atau sekitar satu tahun.

“Program RPL itu berdasarkan pengalaman yang dimiliki guru. Bebannya dibobotkan 70 persen dari SKS total, sehingga mereka bisa lulus dalam satu tahun. Perkuliahan juga dilakukan secara daring, jadi guru tetap bisa mengajar seperti biasa,” ujar Suparto.

Skema Afirmasi untuk Guru Senior

Program RPL dilakukan menggunakan skema afirmasi yang memprioritaskan guru-guru senior berusia 50–55 tahun dan sudah lama mengajar.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah Nunuk Suryani mengatakan, bahwa kebijakan ini bertujuan agar guru senior dapat segera mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan berhak mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

“Kami merasa perlu melakukan intervensi agar guru senior ini bisa segera ikut PPG dan memperoleh TPG,” kata Nunuk.

Bebas Skripsi dan Bantuan Biaya Pendidikan

Berbeda dari jalur reguler, peserta RPL tidak diwajibkan membuat skripsi sebagai syarat kelulusan. Mereka hanya perlu mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum yang telah disesuaikan.

Setiap peserta juga akan menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per semester, yang langsung disalurkan ke Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menjadi mitra program.

Dengan adanya program ini, pemerintah berharap para guru PAUD dan guru nonformal yang belum berkualifikasi S-1/D-4 dapat segera memenuhi standar pendidikan, tanpa harus meninggalkan tugas utama mereka mengajar anak-anak di seluruh pelosok Indonesia.

Keterangan lebih lanjut tentang program RPL akan diinformasikan melalui info.gtk.dikdasmen.go.id. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#RPL PPG #guru nonformal #Kemdikdasmen #Cek Info GTK #Info gtk #guru paud #info gtk dikdasmen #info gtk dikdasmen go id #RPL #prabowo #RPL Guru #recognisi pembelajaran lampau