RADAR BALI - Peringatan Hari Raya Pagerwesi di Bali pada hari ini kelabu karena hujan deras yang turun sejak Selasa (9/9) siang hingga Rabu (10/9).
Hingga Rabu pukul 10.40 WITA, hujan deras dan angin kencang belum juga reda.
Hujan deras dan angin kencang tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Bali terendam banjir. Genangan banjir bahkan menyebabkan jalan negara Gilimanuk-Denpasar lumpuh sejak Selasa petang.
Genangan banjir membuat Jembatan Yeh Nusa di Banjar Penyalin, Desa Samsan, Selemadeg, Tabanan, tertutup air setinggi 40 sentimeter.
Kendaraan dari arah Denpasar maupun dari arah Jembarana berhenti total atau terpaksa memutar arah. Genangan banjir juga dilaporkan melanda Pasar Bajera di Selemadeg.
Kecamatan Negara Banjir, Belasan Orang Mengungsi
Hujan deras juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Negara, ibu kota Kabupaten Jembrana, sejak Selasa (9/9) pukul 14.00 WITA.
Desa Kaliakah, Banyubiru, Loloan, Bale Agung dilaporkan menjadi kawasan paling terdampak banjir.
43 Titik di Denpasar Terendam 2-3 Meter
Sekretaris BPBD Denpasar Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyampaikan bahwa ada 43 titik di Denpasar yang terendam.
Genangan banjir antara lain terjadi di Jalan Maruti, Kampung Wanasari. Genangan banjir mencapai atap bangunan yang berada di pinggir sungai Badung.
Kawasan pusat perekonomian Denpasar di Jalan Gajah Mada, Jalan Hasanuddin, dan Jalan Diponegoro juga lumpuh akibat genangan banjir.
Sebagian warga terpaksa mengungsi karena genangan air mencapai 2-3 meter.
"Sekarang masih dalam penanganan," kata Gede Teja.
Banjir terjadi di kawasan Pura Demak, Monang-Maning, Tegal Kerta, Padangsambian, hingga Pasar Kumbasari. Ketinggian genangan mencapai 50 sentimeter.
Beberapa ruas jalan di Denpasar, seperti kawasan Mahendradatta dan Jalan Kebo Iwa Selatan, lumpuh tidak bisa dilalui kendaraan.
Genangan banjir akibat meluapnya Tukad (Sungai) Badung bahkan menyebabkan sebuah bangunan tiga lantai di Jalan Sulawesi ambruk.
Di Denpasar Timur, banjir terjadi di Jalan Siulan, Jalan Gemitir, Jalan Bakung, Jalan Tirta Lepang, Jalan By Pass IB Mantra, dan Jalan Raya Puputan.
Selain itu, Jalan WR Supratman, dan Jalan Gatot Subroto Timur. Ketinggian genangan mencapai 30-50 sentimeter.
Underpass Simpang Siur Terendam
Banjir juga merendam underpass Simpang Siur, Badung.
Ketinggian genangan sekitar 1,5 meter.
Sejumlah kendaraan roda empat tampak mengapung di tengah genangan banjir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di seluruh wilayah Bali.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh gelombang ekuatorial Rossby yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bali.
“Bali saat ini memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Potensi hujan deras disertai kilat, petir, dan angin kencang perlu terus diwaspadai,” demikian peringatan BMKG.
Dengan kondisi tersebut, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir maupun di sekitar aliran sungai.
BMKG juga mengingatkan bahwa potensi banjir dan longsor masih mungkin terjadi bila intensitas hujan tinggi kembali melanda Bali.
Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.***
Editor : Ibnu Yunianto