Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Basarnas Hentikan Pencarian Korban Banjir Bali, 4 Orang Masih Hilang, Puluhan Pura Rusak Berat

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 19 September 2025 | 15:47 WIB
TERDAMPAK BANJIR - Pura Beji Pengampuhan Tukad Badung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Denpasar.
TERDAMPAK BANJIR - Pura Beji Pengampuhan Tukad Badung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Denpasar.

RADAR BALI - Pemerintah secara resmi menghentikan pencarian empat korban banjir bandang yang melanda Bali pada 10 September 2025. Hingga tujuh hari sejak musibah, 18 orang tewas dan empat lainnya dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar I Nyoman Sidakarya menyatakan, penghentian pencarian terhadap seluruh korban banjir tersebut sesuai UU No 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

Sesuai UU tersebut, Basarnas hanya memiliki waktu 7 hari untuk melakukan pencarian dan pertolongan sebuah musibah.

Meski demikian, Basarnas akan menerjunkan tim SAR bila terdapat laporan tentang indikasi penemuan korban hilang meski batas waktu 7 hari telah terlampaui. 

Empat korban yang dinyatakan hilang adalah tiga orang penghuni perumahan Permata Residence di Mengwi yang hanyut saat rumahnya tersapu banjir di Tukad Yeh Penet.

Satu korban lain adalah pedagang Pasar Kumbasari yang hanyut saat Tukad Badung meluap.

Selama pencarian, tutur Sidakarya, pihaknya telah menggunakan segenap kemampuan untuk menemukan korban baik melalui penyusuran sungai dan penyisiran perairan menggunakan perahu karet.

Selain itu, tim SAR gabungan juga telah mengerahkan alat berat untuk menemukan korban yang diduga tertimbun reruntuhan rumah.

Selain mengakibatkan puluhan orang korban, bencana banjir bandang di Bali menyebabkan kerusakan material, kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, dan dampak psikologis.

Sebanyak 353 titik di Badung terdampak banjir dengan total 861 kepala keluarga.

Sedangkan di Denpasar, sebanyak 675 bangunan di Denpasar Utara menderita kerusakan sedang dan rusak berat.

Selain itu, 28 pura juga tercatat mengalami kerusakan berat.

Di Kecamatan Denpasar Timur, kerusakan dialami 87 rumah dengan 24 diantaranya mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 12 pura mengalami kerusakan, dengan 8 pura tercatat mengalami kerusakan berat.

Di Kecamatan Denpasar Selatan, kerusakan akibat banjir menyebabkan 48 rumah mengalami kerusakan dengan 18 rumah tercatat rusak berat.

Tidak ada kerusakan pada pura dan pasar yang terjadi di kecamatan ini.

Selain itu, 73 bangunan tercatat mengalami kerusakan di Denpasar Barat dengan 23 rumah diantaranya mengalami kerusakan berat.

Sebanyak 2 pura dan 1 pasar tercatat mengalami kerusakan berat.

Seluruh bangunan yang menderita kerusakan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #badung #tabanan #pura rusak #jembrana #banjir denpasar #basarnas #banjir bali #sar denpasar #update korban #gianyar #sar