Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jutaan Bambu Jadi Pondasi, Proyek Tol Ini Akhiri Banjir Rob di Semarang

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 20 September 2025 | 16:01 WIB
MATRAS BAMBU - Jutaan batang bambu dianyam sebagai pondasi jalan tol Semarang-Demak.
MATRAS BAMBU - Jutaan batang bambu dianyam sebagai pondasi jalan tol Semarang-Demak.

RADAR BALI - Proyek ambisius pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 kini menunjukkan progres signifikan.

Lebih dari sekadar infrastruktur transportasi, jalan tol ini dirancang sebagai solusi permanen untuk mengatasi permasalahan banjir rob yang selama ini menjadi momok bagi warga Semarang dan Demak.

Yang menarik, proyek ini menggunakan teknologi konstruksi unik, yaitu memanfaatkan 10 juta batang bambu sebagai pondasi.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah mempercepat penyelesaian Seksi 1 Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km.

“Alhamdulillah tanggul semua sudah nyambung, tertutup. Makanya tadi saat kita lewat Jalan Pantura Sayung-Demak, sudah tidak ada rob yang menggenangi jalan,” ujarnya.

Peran Ganda: Jalan Tol dan Tanggul Laut Raksasa

Berbeda dengan jalan tol pada umumnya, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 dibangun di atas laut dan terintegrasi dengan tanggul laut.

Tanggul ini dilengkapi kolam retensi raksasa dan pompa pembuangan yang bertugas menahan air rob dan mengendalikannya.

Progres konstruksi secara keseluruhan sudah mencapai 52,27% per 1 September 2025. Proyek ini dibagi menjadi tiga paket:

  • Paket 1A: Dikerjakan oleh Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG), dengan progres 73,19%.

  • Paket 1B: Dikerjakan oleh Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA), dan China Road and Bridge Corporation (CRBC), dengan progres 51,67%.

  • Paket 1C: Dikerjakan oleh Adhi Karya dan Sinohydro, dengan progres 34,16%.

Teknologi Bambu dan Sistem Pengendali Banjir

Bagian paling inovatif dari proyek ini terletak pada pondasinya. Jalan tol ini dibangun menggunakan 10 juta batang bambu sebagai pondasi lapis bermatras.

Metode ini dipilih untuk memperkuat tanah yang lunak secara ramah lingkungan dan mempercepat proses konsolidasi tanah.

Seksi 1 Jalan Tol Semarang-Demak juga dilengkapi dengan dua kolam retensi yang dilengkapi rumah pompa air canggih:

  • Kolam Retensi Terboyo: Memiliki 8 unit pompa dengan kapasitas total 53 m3/detik, melayani area seluas 189 hektar.

  • Kolam Retensi Sriwulan: Dilengkapi 6 unit pompa dengan kapasitas total 21 m3/detik, melayani area seluas 28 hektar.

Proyek ini juga membangun sistem pengendali banjir Tenggang-Sringin Tahap 1 dengan 6 unit rumah pompa dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km.

Seluruh infrastruktur ini ditargetkan mampu mereduksi banjir seluas 4.429 hektar, melindungi lebih dari 254.546 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan di Semarang.

Jalan Tol Semarang-Demak terdiri dari dua seksi. Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 km telah beroperasi sejak 25 Februari 2023.

Dengan percepatan pengerjaan Seksi 1, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan jalan tol ini bisa beroperasi penuh pada tahun 2027.***

 

 
 
Editor : Ibnu Yunianto
#tanggul laut #adhi karya #tol kaligawe #tol semarang demak #kementerian pu #tol Sayung-Kaligawe #semarang #demak #tol sayung-demak #Dody Hanggodo #banjir rob