RADAR BALI - Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah kembali menyalurkan berbagai Bantuan Sosial (Bansos).
Bulan November 2025 menjadi periode krusial karena bertepatan dengan pencairan bansos tahap akhir yang terintegrasi, mencakup bantuan tunai maupun non-tunai.
Pada periode ini, fokus utama penyaluran bansos diarahkan pada tiga program reguler dan satu bantuan khusus.
1. BLT Kesra
Salah satu yang paling dinanti adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Bantuan ini disalurkan dengan nominal besar, mencapai Rp900.000, yang merupakan rapelan untuk periode tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025.
Penyaluran BLT Kesra dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober hingga awal November 2025.
Mekanismenya dilakukan melalui transfer ke Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) bagi penerima reguler.
Selain itu, pencairan juga dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia bagi penerima nonreguler atau yang berada di wilayah terpencil.
Saat ini, proses verifikasi data penerima masih berlangsung hingga 28 Oktober 2025, dan setelah validasi rampung, dana akan segera disalurkan.
Selain BLT Kesra, masyarakat juga akan menerima dua bantuan sosial reguler yang memasuki tahap keempat atau tahap terakhir di tahun 2025.
2. BPNT dan PKH Tahap 4
Bantuan tersebut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako.
Penyaluran kedua bantuan ini dijadwalkan berdekatan dengan BLT Kesra agar penerima memperoleh bantuan secara terintegrasi menjelang akhir tahun.
PKH ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan, dengan besaran bantuan yang bervariasi sesuai kategori dalam keluarga.
Misalnya, ibu hamil, anak usia dini, pelajar (SD, SMP, SMA), hingga lansia dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, BPNT memberikan bantuan pangan senilai Rp200.000 per bulan yang dicairkan dalam periode triwulanan atau dwibulanan.
Pencairan PKH dan BPNT tahap 4 ini mencakup periode Oktober hingga Desember 2025 dan dilakukan melalui transfer ke Kartu KKS di bank-bank HIMBARA.
3. ATENSI YAPI
Tak hanya itu, bantuan sosial khusus juga diberikan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk Anak Yatim Piatu (YAPI).
Program ini bertujuan memberikan dukungan langsung kepada anak-anak yang kehilangan orang tua, dengan nominal bantuan sekitar Rp400 ribu hingga Rp600 ribu per tahap.
Meskipun belum ada informasi spesifik mengenai pencairan baru pada November 2025, program ini telah mulai cair di awal tahun dan biasanya disalurkan dalam beberapa tahap selama setahun melalui rekening bank penyalur untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai.
Dengan disalurkannya deretan bansos utama ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, membantu menjaga daya beli masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memantau status penerimaan melalui saluran informasi resmi dari Kementerian Sosial dan pendamping sosial di wilayah masing-masing.***
Editor : Ibnu Yunianto