RADAR BALI - Pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan agenda tahunan yang dinanti-nantikan di Indonesia.
Meskipun demikian, belum ada pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terkait jadwal pasti pembukaan CPNS 2026.
Pemerintah saat ini masih berfokus untuk menyelesaikan proses seleksi 1,26 juta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024, yang mencakup pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS hasil seleksi Agustus 2024.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait kemungkinan dibukanya CPNS 2026.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat memeriksa ulang informasi yang diperoleh dari media sosial. "Kami sedang berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait. Tunggu informasi resmi dari pemerintah," ujar Zudan.
Menteri PANRB Rini Widyantini sebelumnya telah menyampaikan bahwa rekrutmen CPNS akan kembali dibuka setelah seluruh proses pengangkatan PPPK 2024 selesai.
Hal ini mengindikasikan bahwa peluang untuk dibukanya formasi CPNS 2026 tetap terbuka lebar.
Rekrutmen CPNS Jalur Sekolah Kedinasan 2026
Meskipun demikian, pemerintah memastikan akan melakukan rekrutmen CPNS 2026 dari jalur sekolah kedinasan yang lulus pada 2026.
Pada tahun 2022, total kuota formasi yang dibuka untuk 30 Sekolah Kedinasan di bawah 8 kementerian/lembaga mencapai sekitar 6.974 hingga 7.080 kursi.
Lulusan sekolah kedinasan pada 2026 secara otomatis akan diangkat sebagai CPNS. Dengan demikian, sekitar 6 ribuan CPNS akan direkrut pemerintah pada tahun depan.
Dari Kementerian Keuangan, PKN STAN menerima 750 calon mahasiswa. Sementara itu, di bawah Kementerian Dalam Negeri, IPDN memiliki kuota penerimaan terbesar kedua dengan 1.230 Calon Praja.
Di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyumbang formasi terbanyak, yaitu 3.350 kuota untuk berbagai sekolah kedinasan di bidang transportasi darat, laut, dan udara.
Institusi lainnya yang turut menyumbang CPNS 2026 adalah Politeknik Statistika STIS (di bawah BPS) dengan 500 formasi. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyediakan 600 kursi untuk Poltekip dan Poltekim (masing-masing 300).
Selain itu, STIN menerima 300 taruna/taruni, STMKG (di bawah BMKG) sebanyak 250 formasi, dan Poltek SSN (di bawah BSSN) dengan 100 formasi.
Secara total, kontribusi dari lulusan sekolah-sekolah kedinasan ini menjamin adanya ribuan CPNS baru yang akan mengisi posisi di berbagai kementerian dan lembaga pada tahun 2026.
Meski begitu, jumlah CPNS yang direkrut pada tahun-tahun mendatang dipastikan akan berkurang. Alasannya, pada seleksi Sekolah Kedinasan tahun 2025, pemerintah menyediakan 3.252 formasi.***
Editor : Ibnu Yunianto