RadarBali.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang pekan ini. Aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) disebut menjadi pemicu utama meningkatnya intensitas hujan sedang hingga sangat lebat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia saat ini sangat mendukung terbentuknya awan hujan skala luas.
Hal ini dibuktikan dengan catatan hujan ekstrem di Maluku Utara yang mencapai curah hujan 256,3 mm/hari, serta hujan sangat lebat di Papua Barat dan Jawa Barat.
Mengapa Hujan Meningkat?
Peningkatan curah hujan ini bukan tanpa alasan. BMKG mengidentifikasi kombinasi beberapa faktor atmosfer yang terjadi secara bersamaan:
- Fenomena Global: Kondisi La Niña lemah yang masih bertahan serta aktivitas MJO yang bergerak aktif di wilayah Indonesia.
- Gelombang Atmosfer: Terpantau aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator, terutama di wilayah Papua Selatan, yang memperbesar peluang hujan lebat.
- Dinamika Lokal: Adanya sirkulasi siklonik di barat Australia serta daerah konvergensi (pertemuan angin) yang memanjang di berbagai titik, memicu pertumbuhan awan konvektif yang membawa kilat dan angin kencang.
Prediksi Wilayah Terdampak (9–15 Januari 2026)
BMKG membagi peringatan ini ke dalam dua periode waktu penting:
Periode I: 9–11 Januari 2026
- Status Siaga (Hujan Sangat Lebat): Sumatera Barat, Kep. Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
- Potensi Hujan Sedang: Aceh, Sumatera Utara, Jakarta, DIY, Bali, Kalimantan (Tengah, Timur, Utara, Selatan), hingga Maluku.
- Waspada Angin Kencang: Bali, NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.
Periode II: 12–15 Januari 2026
- Status Siaga (Hujan Sangat Lebat): Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua.
- Potensi Hujan Sedang: Mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua Selatan.
- Waspada Angin Kencang: Wilayah terdampak meluas hingga Maluku, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat Daya.
Masyarakat diminta untuk tidak meremehkan perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.[*]
Editor : Hari Puspita