RADAR BALI - Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mempertegas komitmennya dalam menjaring talenta terbaik bangsa melalui sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Madyan menekankan pentingnya akurasi informasi bagi siswa dan guru agar tidak terjebak dalam kabar simpang siur.
Tahun ini, UNAIR menyediakan sekitar 9.100 kursi mahasiswa baru yang tersebar di tiga jalur utama:
SNBP: Minimal 20% kuota.
SNBT: Minimal 30% kuota.
Jalur Mandiri: Maksimal 50% kuota.
Selain jalur reguler, terdapat kesempatan istimewa melalui Golden Ticket bagi siswa dengan prestasi luar biasa.
Strategi pemilihan prodi juga menjadi kunci, mengingat UNAIR memiliki 188 program studi dengan tingkat keketatan yang beragam.
Jalur Khusus Golden Ticket
Salah satu poin yang paling dinantikan adalah pembukaan jalur Golden Ticket. Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni UNAIR Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM menjelaskan bahwa jalur ini akan dibuka pada 5-18 Februari 2026.
Jalur ini secara khusus diperuntukkan bagi siswa kelas XII yang memiliki kualifikasi prestasi luar biasa, meliputi:
Prestasi Akademik: Juara olimpiade sains atau kompetisi mata pelajaran tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Non-Akademik: Pencapaian di bidang olahraga, seni, atau keagamaan (seperti Hafiz Al-Qur'an).
Kepemimpinan: Keterlibatan aktif dalam organisasi sekolah, misalnya menjabat sebagai Ketua OSIS.
Konsistensi: Memiliki rekam jejak prestasi yang konsisten dan potensi kuat yang terlihat dari portofolio siswa secara menyeluruh.
Peserta AEE: Kehadiran dan keaktifan mencari informasi dalam Airlangga Education Expo (AEE) menjadi nilai tambah tersendiri.
Menariknya, jalur ini tidak akan memotong jatah kuota 20 persen pada jalur SNBP karena bersifat murni apresiasi tambahan dari universitas.
Sebaliknya, siswa yang berhasil meraih Golden Ticket dapat membantu meningkatkan indeks sekolah mereka dalam pemeringkatan SNBP di UNAIR.
Namun, perlu dicatat bahwa prestasi yang dimiliki harus selaras dengan program studi yang dipilih agar peluang lolos semakin besar.
"Golden Ticket bukan jalan pintas, melainkan wujud kepercayaan universitas kepada siswa yang menunjukkan potensi kuat dan konsistensi prestasi, baik akademik maupun non-akademik," tegas Wakil Rektor UNAIR Prof Bambang.
Bambang menambahkan bahwa jalur ini didasarkan pada penilaian portofolio secara menyeluruh, bukan sekadar angka nilai rapor semata.
Mekanisme Penilaian dan Dukungan Finansial
Mengenai mekanisme penilaian SNBP, Prof Bambang mengungkapkan bahwa UNAIR melakukan perankingan paralel di tiap sekolah.
Jika kuota masih tersedia setelah mengambil peringkat pertama, sistem akan berlanjut ke peringkat kedua dan seterusnya hingga kuota terpenuhi.
Namun, sistem ini hanya berlaku untuk jalur prestasi, sementara jalur SNBT tetap murni menggunakan nilai UTBK.
Di sisi lain, Ketua PPMB Unair Achmad Solihin memberikan ketenangan bagi calon mahasiswa terkait masalah finansial. UNAIR berkomitmen menyediakan berbagai bantuan, mulai dari KIP-K hingga beasiswa swasta.
"Kami membantu setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi hingga sarjana. Dalam beberapa tahun terakhir, UNAIR sudah tidak melakukan drop out kepada mahasiswa karena alasan finansial," pungkasnya.
Dengan masa tunggu kerja yang rata-rata hanya tiga bulan bagi 90 persen lulusannya, UNAIR terus berupaya menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa untuk membangun karier masa depan.***
Editor : Ibnu Yunianto