Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tangguh di Tanjakan, Ini Daftar MPV Bensin dan Diesel RWD Terbaik di Indonesia

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:12 WIB
Innova Reborn dan Panther Grand Touring
Innova Reborn dan Panther Grand Touring

 

RADAR BALI - Sistem penggerak roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD) pernah menjadi raja di pasar otomotif Indonesia. Karakternya yang andal saat menanjak dan tahan banting saat membawa beban penuh membuatnya sangat dicintai keluarga Indonesia.

Meskipun peta persaingan segmen MPV (Multi-Purpose Vehicle) saat ini didominasi oleh penggerak roda depan atau Front-Wheel Drive (FWD) demi efisiensi ruang dan bahan bakar, opsi RWD tidak sepenuhnya punah.

Di pasar mobil baru maupun pasar mobil bekas riuh peminat, masih ada beberapa pilihan MPV bensin dan diesel yang mempertahankan formula "penggerak belakang" ini.

Berikut adalah daftar mobil MPV bermesin bensin dan diesel dengan sistem penggerak roda belakang yang masih mengaspal dan menjadi buruan di Indonesia.

MPV Bermesin Diesel (RWD)

Kombinasi mesin diesel bertorsi badak dan penggerak roda belakang adalah ramuan terbaik untuk menaklukkan medan berat, tanjakan curam, serta membawa muatan penuh tanpa kehilangan traksi.

1. Toyota Kijang Innova Reborn Diesel

Meskipun Toyota sudah meluncurkan Kijang Innova Zenix yang beralih ke platform FWD dan bermesin bensin/hybrid, PT Toyota-Astra Motor (TAM) masih terus memproduksi dan menjual Kijang Innova Reborn Diesel (khususnya tipe G) dalam kondisi baru.

Mesin: 2GD-FTV 2.4L (2.393 cc) 4-silinder Turbo Diesel VNT Intercooler.

Performa: Tenaga 149 PS dan torsi puncak mencapai 360 Nm (transmisi otomatis) atau 342 Nm (transmisi manual).

Kelebihan: Sasis ladder frame yang kokoh, kabin yang sangat lapang hingga baris ketiga, kenyamanan suspensi yang matang, serta nilai depresiasi harga bekas yang sangat minim karena permintaannya yang selalu tinggi di pasar.

2. Isuzu Panther (Pasar Mobil Bekas)

Tidak lengkap membahas MPV diesel RWD tanpa menyebut sang "Raja Diesel". Walau produksinya telah resmi dihentikan oleh pabrikan, populasi Isuzu Panther yang mengaspal di jalanan Indonesia masih sangat masif.

Unit bekasnya (terutama lansiran 2013 hingga generasi terakhir 2021 seperti tipe Touring dan Grand Touring) tetap menjadi incaran utama di daerah-daerah.

Mesin: 4JA1-L 2.5L (2.499 cc) Direct Injection dengan Turbocharger.

Performa: Tenaga 80 PS dengan torsi maksimal 192 Nm pada RPM yang sangat rendah (1.800 RPM).

Kelebihan: Mesin konvensional yang terkenal sangat bebal (bisa menenggak solar kualitas rendah tanpa masalah), konsumsi BBM super irit, suspensi empuk, serta ketersediaan suku cadang yang melimpah hingga ke pelosok desa.

MPV Bermesin Bensin (RWD)

Bagi yang menginginkan keandalan traksi roda belakang namun dengan karakter mesin bensin yang lebih halus dan minim getaran, pilihannya jauh lebih bervariasi dari kelas Low MPV hingga MPV Boxy.

1. Wuling Confero S

Saat duo penguasa Avanza-Xenia beralih menggunakan FWD pada akhir 2021, Wuling Confero S langsung mengambil ceruk pasar sebagai satu-satunya Low MPV murni bermesin bensin dan berpenggerak RWD yang ditawarkan dalam kondisi baru dengan harga yang sangat kompetitif di bawah Rp 200 juta.

Mesin: 4-silinder DOHC berkapasitas 1.485 cc.

Performa: Menyemburkan tenaga sebesar 98 hp dan torsi maksimal 135 Nm yang disalurkan melalui transmisi manual.

Kelebihan: Menawarkan ruang kabin yang sangat akomodatif (tersedia opsi captain seat), harga beli baru yang sangat terjangkau, dan ketangguhan mendorong beban dari belakang saat melintasi jalanan berbukit.

2. Daihatsu Luxio & Suzuki APV

Kedua mobil ini masuk ke dalam kategori MPV boxy atau semi-bonnet. Bentuknya yang mengotak murni dirancang untuk memaksimalkan kapasitas ruang kabin, baik untuk keperluan keluarga besar maupun fleksibilitas berniaga.

Dapur Pacu:

Daihatsu Luxio: Menggunakan mesin 3SZ-VE 1.5L (1.495 cc) DOHC VVT-i berdaya 97 PS.

Suzuki APV Arena: Mengandalkan mesin G15A 1.5L (1.493 cc) 4-silinder dengan semburan tenaga 92,4 PS.

Kelebihan: Desain pintu geser (sliding door) yang praktis di ruang parkir sempit, ruang kepala (headroom) dan kaki (legroom) yang luar biasa lega, serta sasis tangguh yang sanggup mengangkut muatan berat berkat sokongan penggerak roda belakang.

Perbandingan Karakter: Mengapa RWD Tetap Dicari?

Eksistensi penggerak roda belakang yang terus bertahan di tengah gempuran tren FWD tentu bukan tanpa alasan kuat. Karakter teknis yang dimiliki RWD memberikan beberapa keunggulan spesifik yang sangat relevan dengan kebutuhan berkendara di Indonesia, meski ada konsekuensi desain yang harus diterima.

Alasan utama mengapa RWD tetap dicari adalah kemampuan menanjaknya yang sangat unggul. Ketika mobil melewati jalanan menanjak, bobot kendaraan secara alami akan berpindah ke area belakang.

Kondisi ini justru menguntungkan bagi sistem RWD karena memberikan tekanan ekstra pada ban belakang. Efeknya, cengkeraman atau traksi roda ke permukaan jalan menjadi jauh lebih kuat, sehingga meminimalkan risiko roda selip atau kehilangan kendali saat menanjak dengan beban penuh.

Selain andal di tanjakan, daya tahan komponen pada mobil RWD juga dinilai lebih awet dan tahan banting. Hal ini terjadi karena tugas roda pada mobil dibagi secara adil dan proporsional.

Roda depan murni bertugas untuk mengendalikan arah kemudi, sementara roda belakang sepenuhnya fokus menyalurkan tenaga dari mesin. Pembagian beban kerja ini membuat komponen kaki-kaki depan, seperti ball joint dan steering rack, tidak bekerja terlalu keras dan cenderung memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Kendati demikian, arsitektur RWD memiliki konsekuensi desain tersendiri yang berdampak pada interior, yaitu munculnya terowongan gardan.

Lantai kabin mobil RWD tidak bisa dibuat sepenuhnya rata layaknya mobil FWD. Kabin harus menyisakan ruang berupa gundukan di lantai tengah untuk mengakomodasi poros penggerak atau propeller shaft, sebuah besi kopel yang menghubungkan mesin di bagian depan dengan gardan di roda belakang.

Sistem penggerak RWD pada segmen MPV terbukti bukan sekadar teknologi masa lalu, melainkan pilihan fungsional yang paling rasional bagi masyarakat yang sering berhadapan dengan infrastruktur jalanan berbukit, gemar melakukan perjalanan antar-kota jarak jauh, atau membutuhkan kendaraan keluarga berdaya angkut maksimal.***

Editor : Ibnu Yunianto
#MPV RWD Indonesia #Mobil Penggerak Roda Belakang #MPV Diesel Terbaik #Mobil Keluarga Tangguh #Kelebihan Roda Belakang