Kawasan Jatiluwih telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2012. Wisatawan lokal mau pun mancanegara ramai mengunjungi daerah tujuan wisata (DTW) Jatiluwih yang berlokasi di Kecamatan Penebel, Tabanan.
AREA persawahan yang membentang dengan kearifan subak menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang mengunjunginya. Wisatawan domestik mau pun mancanegara setiap kali kunjungan, mengabadikan momen di kawasan wisata Jatiluwih.
Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna menerangkan, kunjungan saat ini ada peningkatan dengan rata-rata 1.600-2000 wisatawan per harinya. Tingkat kunjungan wisatawan ini masih didominasi turis Eropa. ”Kalau tahun 2023 rata-rata di bawah angka itu, sekarang sudah naik sebesar 50 persen. Kunjungan didominasi wisatawan asing, ” ungkap Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna, Kamis (12/9).
Tujuannya, ketika ada permasalahan pembangunan atau alih fungsi lahan bisa dicegah atau diantisipasi. Bahkan, aparat penegak aturan dalam hal ini satpol pp bisa setiap saat turun mengecek ke lapangan. ”Kami butuh support dari Pemkab Tabanan sebagai pemegang kebijakan. Karena menjaga kawasan Jatiluwih tidak hanya dibebankan pada manajemen DTW Jatiluwih, tetapi pemerintah pula harus terlibat,” tegasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera