JIMBARAN, radarbali.jawapos.com– Jimbaran Hijau bersama Sungai Watch, The Rahayu Project, dan jaringan hotel di sekitar pantai Jimbaran menggelar aksi bersih-bersih pantai darurat (emergency cleanup) di Pantai Kedonganan, Jimbaran, pada Minggu, 11 Januari 2026, pukul 07.00-10.00 WITA. Aksi ini merupakan respons langsung terhadap membludaknya sampah plastik yang kembali ke daratan akibat gelombang pasang beberapa hari terakhir.
Gelombang pasang sebagai dampak dari perubahan cuaca ekstrem telah membawa timbunan sampah plastik dari laut kembali memenuhi garis pantai, terutama di kawasan selatan Bali seperti Jimbaran.
Fenomena ini tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga mengancam ekosistem pesisir dan mata pencaharian masyarakat setempat. Setiap helai plastik yang tercecer di pantai merupakan ancaman bagi biota laut, dan dapat terurai menjadi mikroplastik yang mencemari lingkungan dan kesehatan.
Menyaksikan kondisi tersebut, Sungai Watch mengundang Jimbaran Hijau dan The Rahayu Project serta mengajak komunitas di sekitar pantai Jimbaran untuk bergerak langsung ke pantai. Jaringan hotel yang berdiri di sekitar pantai Jimbaran turut terlibat, seperti Raffles Bali, Ayana Bali, dan Mövenpick.
Melalui aksi bersih-bersih, pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi turut menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus mengajak semua pihak terlibat aktif dan urun tangan bersama dalam menuntaskan masalah sampah di Bali.
Jimbaran Hijau percaya bahwa kerja sama antara organisasi dan komunitas adalah kunci dari solusi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, dari wisatawan, pelaku usaha, hingga pemuda setempat, untuk turun tangan bersama. Dengan membersihkan pantai, kita urun serta dalam upaya memulihkan martabat alam kita,” ujar Dr. Putu Agung Prianta, founder dan CEO Jimbaran Hijau. Diikuti oleh berbagai lapisan dan kalangan masyarakat, aksi emergency cleanup ini diharapkan dapat menjadi acuan awal tahun bagi upaya-upaya yang lebih kolaboratif dalam mengatasi masalah sampah di Bali pada tahun 2026.***
Editor : M.Ridwan