4.597 Peserta Ikuti UTBK di Universitas Udayana, Panitia Gunakan Metal Detector untuk Cegah Kecurangan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Kamis, 23 April 2026 | 14:51 WIB
Panitia UTBK SNBT Pusat Universitas Udayana memeriksa peserta sebelum memasuki ruang ujian. Selain mencocokkan hologram di kartu ujian dan identitas peserta, panitia juga mencegah praktik perjokian dan kecurangan dengan pemeriksaan metal detector.
Panitia UTBK SNBT Pusat Universitas Udayana memeriksa peserta sebelum memasuki ruang ujian. Selain mencocokkan hologram di kartu ujian dan identitas peserta, panitia juga mencegah praktik perjokian dan kecurangan dengan pemeriksaan metal detector.

 RADAR BALI – Universitas Udayana kembali menunjukkan kesiapannya sebagai salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026.

Dengan standar keamanan tinggi, universitas kebanggaan masyarakat Bali ini melaksanakan ujian yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026.

Tahun ini, sebanyak 4.597 peserta tercatat mengikuti ujian di Pusat UTBK Universitas Udayana. Mayoritas peserta, yakni sebesar 87,17%, berasal dari Provinsi Bali, sementara sisanya datang dari berbagai daerah di luar pulau.

Untuk mengakomodasi jumlah tersebut, panitia menyiapkan 31 ruang ujian yang tersebar di 17 lokasi strategis, mencakup wilayah kampus Denpasar dan Jimbaran.

Pengawasan Ketat dan Integritas Nasional

Guna menjamin kredibilitas seleksi, Universitas Udayana menerapkan sistem pengawasan yang ketat.

Salah satu langkah preventif yang diambil adalah penggunaan metal detector untuk mencegah masuknya perangkat elektronik yang berpotensi digunakan untuk kecurangan.

Seluruh peserta diwajibkan mematuhi tata tertib, sementara pengawas dan panitia telah menandatangani pakta integritas.

Kualitas pelaksanaan ini turut dipantau langsung oleh Tim SNPMB melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dijadwalkan pada 20–22 April 2026.

Kehadiran tim pusat ini bertujuan memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai prosedur standar operasional nasional yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

Sediakan Reglet dan Ruang Ujian Khusus Difabel

Di balik ketatnya prosedur keamanan, Universitas Udayana tetap menempatkan kemanusiaan dan kesetaraan sebagai prioritas utama melalui komitmen pendidikan inklusif. 

Hal ini dibuktikan dengan penyediaan fasilitas khusus bagi peserta difabel, terutama penyandang tuna netra, agar mereka dapat mengikuti ujian dengan rasa percaya diri yang sama.

Pihak universitas telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang spesifik, seperti komputer yang dilengkapi perangkat screen reader dan headset, serta alat bantu reglet untuk memudahkan proses ujian.

Lokasi ujian pun dipilih secara strategis di area yang ramah difabel, tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kampus Jimbaran.

Selain itu, panitia menerapkan penjadwalan khusus pada sesi tertentu guna memastikan para peserta ini mendapatkan kenyamanan dan aksesibilitas yang optimal tanpa hambatan berarti.

Penekanan pada Keadilan Akses

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana menegaskan bahwa pelaksanaan tahun ini tidak hanya mengejar kelancaran teknis, tetapi juga keadilan akses.

Menurutnya, kepercayaan sebagai Pusat UTBK merupakan amanah nasional yang dijalankan dengan tanggung jawab penuh.

"Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional, menjunjung tinggi integritas, serta didukung oleh sumber daya manusia dan infrastruktur yang siap. Harapannya, pelaksanaan UTBK di Universitas Udayana dapat memberikan pengalaman terbaik bagi peserta," ujarnya.'

Dengan koordinasi terstruktur antara teknisi dan panitia, diharapkan seluruh rangkaian UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan optimal tanpa hambatan teknis yang berarti, sehingga melahirkan calon mahasiswa yang berkualitas melalui proses seleksi yang jujur dan adil.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
snpmb berita bali Seleksi PTN universitas udayana UTBK SNBT 2026