Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ratusan Lulusan SD di Kota Klungkung Tercecer, Disdikpora Siapkan Relaksasi Kuota Rombel

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi suasana sekolah SMP. (gambar digital gemini/Radar Bali)
Ilustrasi suasana sekolah SMP. (gambar digital gemini/Radar Bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id – Pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Klungkung telah dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026).

Jika melihat kuota secara menyeluruh, lulusan TK dan SD yang melanjutkan ke tingkat SD dan SMP sebenarnya dapat tertampung di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Klungkung.

Baca Juga: Tiga SMP di Klungkung Jadi Rebutan, Belasan Sekolah Negeri Justru Krisis Murid

Hanya saja, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Khusus lulusan SD yang melanjutkan ke tingkat SMP pada tahun ajaran 2026/2027 ini didominasi oleh calon siswa yang berdomisili di wilayah perkotaan atau Kecamatan Klungkung. Di sisi lain, terdapat regulasi ketat mengenai batasan jumlah rombongan belajar (rombel), yakni maksimal 32 siswa per rombel. Akibatnya, ada ratusan peserta didik di wilayah Kecamatan Klungkung yang belum tertampung di SMP negeri. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya SMP swasta di Kecamatan Klungkung sejak beberapa tahun lalu.

”Sementara dari hasil evaluasi, jumlah siswa tercecer ini banyak terkonsentrasi di sekitar perkotaan. Misal banyak siswa yang berdomisili di sekitar Jalan Kenyeri, Jalan Rama, Jalan Matahari masih belum mendapat sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, Kamis (9/7/2026).

Berkaitan dengan hal itu, Disdikpora Klungkung akan mengambil langkah relaksasi. Pihaknya memohon tambahan jumlah siswa di setiap rombel kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Langkah ini diharapkan mampu menambah daya tampung setiap SMP negeri di Kecamatan Klungkung. ”Kami mohon ke Kemendikdasmen secara resmi, ada regulasinya dan transparan. Nanti ada permohonannya dari bupati,” jelas Sujana.

Untuk itu, Sujana meminta orang tua siswa dan siswa yang belum mendapat sekolah untuk datang langsung ke kantor Disdikpora di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kecamatan Banjarangkan. Pelayanan dibuka pada Jumat (10/7/2026) dan Sabtu (11/7/2026) pukul 08.00-15.00 Wita.

Di sana, petugas akan melayani pendaftaran. ”Tapi tentu nanti siswa ini akan masuk di sekolah yang terdekat dengan domisili atau tempat tinggalnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, terdapat 4 SMP negeri di Kecamatan Klungkung. Disdikpora Klungkung mencatat SMPN 1 Semarapura dengan 9 rombel sejatinya memiliki kuota 288 orang, namun jumlah pendaftar membeludak hingga 509 siswa. SMPN 2 Semarapura dengan 9 rombel memiliki kuota 288 orang, tetapi yang mendaftar sebanyak 526 siswa.

Selanjutnya, SMPN 3 Semarapura dengan 8 rombel memiliki kuota 256 siswa, sementara pendaftarnya mencapai 322 orang. Terakhir, SMPN 4 Semarapura yang memiliki 4 rombel dengan kuota 128 siswa, harus menghadapi berkas pendaftaran sebanyak 162 orang. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#SMP negeri #tahun ajaran baru #rombel #lulusan sd #spmb